Pasar Rembang Bakal Dibuat Dua Lantai

Kamis, 17 Juli 2014 | 14:56 WIB
Salah satu ruang jalan di sisi utara Pasar Rembang, namun dimanfaatkan untuk lapak pedagang. (Foto: Pujianto)

Salah satu ruang jalan di sisi utara Pasar Rembang, namun dimanfaatkan untuk lapak pedagang. (Foto: Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pasar Rembang disebut mendesak direvitalisasi dengan membuatnya memiliki dua lantai atau bertingkat. Situasi pasar terbesar di Rembang ini juga disebut telah penuh sesak oleh pedagang, sehingga perlu dibenahi.

Apalagi, ruang di depan kios dalam pasar yang mestinya menjadi jalan bagi pengunjung, kini hampir semuanya berubah menjadi deretan lapak pedagang. Ini pun nyatanya tidak cukup, sebab masih ada luapan pedagang di sekeliling luar pasar dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Rembang Muntoha mengaku cenderung membuat pasar ini menjadi dua lantai ketimbang merelokasi pedagang. Namun pihaknya belum menyusun rancang bangun dengan alasan belum ada lampu hijau untuk mengkaji desainnya.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz membenarkan perlunya revitalisasi pasar. Dia yang baru saja melakukan inspeksi di Pasar Rembang, menyaksikan sendiri betapa jumlah pedagang tidak sebanding dengan ruang yang tersedia. Kondisi pasar pun menjadi riskan dari sisi kesehatan dan keamanan.

Sebut saja jalan dalam pasar yang kini “diambil alih” untuk menggelar lapak pedagang. Dia mengaku bersepakat untuk membuat pasar ini menjadi dua lantai atau bertingkat. Dalam pandangannya, dua lantai bisa dicicil untuk bagian pinggir depan. Namun rencana ini berlaku untuk jangka relatif panjang.

Fokusnya saat ini adalah menata areal dalam pasar, sehingga pembeli dan pedagang saling leluasa bertransaksi secara aman. Hafidz menyebutkan, pasar ini akan mulai kembali ditata pada tahun depan. Tidak hanya infrastruktur, pedagang pun akan turut didata dan diarahkan.

Kepala Pasar Rembang Faonzi mengatakan, memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, kondisi pasar semakin ramai. Arus kunjungan meningkat, sehingga antar-pembeli harus berdesak-desakan. Sinyal gangguan keamanan pun menguat.

Pihaknya memang berharap pasar ditata agar menjadi lebih nyaman. Faonzi mengaku kerap kali tak kuasa jika harus menertibkan para pedagang liar yang berjualan di sekeliling luar pasar. Apalagi, kapasitas Pasar Rembang, sudah tak memadai. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan