Panwaslu Sita Belasan “Obor Rakyat” dari Sarang dan Kragan

Jumat, 27 Juni 2014 | 16:06 WIB
Ketua Panwaslu Rembang Muchlis Ridlo, Jumat (27/6) pagi menunjukkan tabloid Obor Rakyat yang disita dari Pesantren Anwarus Sholihin Kragan. (Foto:Pujianto)

Ketua Panwaslu Rembang Muchlis Ridlo, Jumat (27/6) pagi menunjukkan tabloid Obor Rakyat yang disita dari Pesantren Anwarus Sholihin Kragan. (Foto:Pujianto)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rembang menyita belasan eksemplar tabloid “Obor Rakyat” dari dua pesantren masing-masing di Kecamatan Sarang dan Kragan, Kamis (26/6) malam. Tabloid “Obor Rakyat” dinyatakan sebagai bentuk kampanye hitam yang meresahkan.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo mengungkapkan, tabloid ini dikirimkan tanpa alamat pengirim ke Pesantren Al-Anwar Sarang dan Pesantren Anwarus Sholihin Kragan. Pihaknya mengamankannya agar tidak terjadi penyebarluasan.

Menurutnya, persoalan tabloid “Obor Rakyat” adalah isu nasional, di mana pihaknya tinggal menindaklanjuti dengan mengamankan saja jika menemui. Isi tabloid yang mengampanyekan hitam Calon Presiden Joko Widodo ini dinyatakan tidak mengandung kaidah jurnalistik.

Meski sudah menarik empat pucuk tabloid dari Pesantren Al Anwar dan delapan eksemplar dari Pesantren Anwarus Sholihin, Panwaslu tak yakin di lapangan sudah tidak ada lagi peredaran. Oleh karena itu, pihaknya meminta pengawas pemilu lapangan agar segera mengamankan jika masih ditemukan.

Bagi warga yang masih menyimpannya, agar tidak disalahgunakan dengan menggandakannya. Muchlis menegaskan akan menangkap pelaku yang kedapatan dengan sengaja menggandakan tabloid tersebut.

Pihak Panwaslu juga mengaku kesulitan mengungkap asal muasal peredaran tabloid “Obor Rakyat” di Rembang. Sebab, pihaknya baru tahu ada peredaran, ketika amplop pembungkus beberapa tabloid ini, telah terbuka.

Beberapa waktu yang lalu sejumlah pondok pesantren di Indonesia telah dibuat resah dengan beredarnya sebuah tabloid dengan judul “Obor Rakyat”. Keresahan ini muncul lantaran tabloid yang dimaksud, berisi propaganda dan kampanye hitam terhadap salah satu pasangan capres dan cawapres.

Tabloid ini tidak jelas dari mana asalnya. Selain itu, ada pemalsuan identitas penanggungjawab redaksi dan pencantuman alamat redaksi palsu. Tidak hanya kepolisian, Badan Intelijen Negara (BIN) pun akhirnya turun tangan untuk mengusut tabloid Obor Rakyat. Belakangan terungkap, pemimpin redaksinya adalah komisaris salah satu BUMN bernama Setiyardi. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan