Panwaslu Soroti Aksi Caleg Bagi-bagi Sembako

Senin, 24 Maret 2014 | 16:26 WIB
Paket sembako yang dibagikan untuk sejumlah warga di Desa Ngotet Kecamatan Rembang, Minggu (23 3) malam. (Foto Pujianto)

Paket sembako yang dibagikan untuk sejumlah warga di Desa Ngotet Kecamatan Rembang, Minggu (23 3) malam. (Foto Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rembang menyoroti aksi bagi-bagi sembako yang dilakukan baik oleh calon anggota legislatif, keluarga, maupun tim kampanyenya. Sorotan itu setelah Panwaslu menemukan aksi demikian di tiga desa di Kecamatan Rembang. Salah satunya di Desa Ngotet pada Minggu (23/3) malam.

Meski tidak menemukan alat peraga kampanye maupun ajakan memilih caleg tertentu saat pembagian, namun Panwaslu tetap menaruh perhatian. Menurut Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo, aksi bagi-bagi sembako yang dilaporkan oleh masyarakat itu, terindikasi satu dari keluarga caleg Partai Gerindra dan satunya lagi dari caleg PKS.

Selain di Desa Ngotet, aksi tersebut dilaporkan terjadi di Desa Pulo dan Kelurahan Magersari Kecamatan Rembang. Atas setiap laporan itu, Panwaslu sudah langsung turun memastikan dan tidak ditemukan alat peraga kampanye di dalam paket sembako yang dibagikan.

Muchlis Ridlo menegaskan, meski tidak menemukan alat peraga kampanye di dalam paket sembako, namun aksi tersebut tetap perlu didalami. Memang pengenaan pidana pemilu terhadap aksi bagi-bagi sembako yang terbukti menjurus ke politik uang, menurut Ridlo, terbilang cukup lemah.

Pada Pasal 89 Undang-Undang tentang Pemilu misalnya. Pidana pemilu hanya bisa dijeratkan ketika politik uang dilakukan oleh pelaksana kampanye kepada peserta kampanye di lokasi kampanye. Dalam hal ini, pelaku politik uang terancam jerat pidana dua tahun penjara dan denda maksimal Rp24 juta.

Pihaknya berharap kepada masyarakat agar tetap berperan aktif mengawasi kegiatan berbau politik uang dan melaporkannya kepada panitia pengawas pemilu. Karena siapa tahu, aksi seperti itu melibatkan pejabat publik atau abdi negara. Dan yang demikian, bisa diproses sebagai pidana pemilu karena status jabatannya.

Aksi bagi-bagi sembako di Desa Ngotet Kecamatan Rembang terindikasi dilakukan oleh keluarga caleg dari Partai Gerindra untuk Daerah Pemilihan Kecamatan Rembang. Paket sembako itu berisi lima kilogram beras, dua bungkus mie instan, dan satu kilogram gula.

Tidak ditemukan alat peraga kampanye di dalamnya. Lagi pula, keluarga dari caleg tersebut disebut kerap berbagi sembako sebelum momen kampanye pemilu. Sejauh ini, Panwaslu mengategorikannya sebagai sedekah. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan