Ngaji Selasa-Jumat Pondok Leteh Kembali Digelar Untuk Umum, Warga Bisa Ikuti Secara Langsung

Jumat, 20 Mei 2022 | 11:24 WIB

Masyarakat kembali mengikuti oengajian rutin Selasa-Jumat di pondok pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh-Rembang, Jumat (20/5/2022) pagi. (Foto: Wahyu Salvana)

REMBANG, mataairradio.com – Pengajian rutin yang digelar setiap hari Selasa dan Jumat pagi di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh-Rembang kembali dibuka untuk masyarakat umum.

Sebelumnya, kegiatan rutin di Pondoknya Gus Mus atau Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri ini, sempat dibatasi jumlah jemaahnya lantaran penerapan protokol kesehatan karena pandemi covid-19.

Pandemi covid-19 yang berlangsung hampir selama dua tahun, membuat jemaah dari masyarakat umum difasilitasi oleh pihak pondok untuk mengikuti pengajian melalui siaran langsung di mataair radio dan kanal youtube gusmus channel. Dan tidak diperkenankan mengikuti secara langsung.

Namun, mulai hari Jumat (20/5/2022) pagi ini, masyarakat umum bisa kembali mengikuti pengajian secara langsung di Aula Pondok Leteh seperti sebelum-sebelumnya.

Sebagaimana video yang diunggah oleh akun youtube mataair cinema pada Jumat (20/5/2022) sekitar pukul 08.45 WIB. Dalam video unggahan itu, jamaah yang dari kalangan masyarakat umum tampak antusias dan bahagia, lantran bisa kembali mengikuti pengajian secara langsung.

“Ngaji Selasa-Jumat di Pondok Leteh Rembang dimulai lagi,” kata salah satu sesepuh pondok, Kiai Haji Syarofuddin Ismail Qoimas dalam video unggahan itu

Meski begitu, jemaah yang mengikuti pengajian Selasa-Jumat secara langsung di Aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh-Rembang diminta tetap mengenakan masker.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan