Nasib Petani Nelayan dan Nakes Jadi Sorotan di Muskercab PKB Rembang

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:49 WIB

Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Rembang menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I Tahun 2021, pada Selasa (19/10/2021) pagi, di Pesantren Musthofawiyyah, Desa Sridadi, Kecamatan Rembang. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rembang berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan para kalangan petani, nelayan, dan tenaga kesehatan atau Nakes.

Keputusan itu mencuat dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I Tahun 2021, yang digelar oleh Dewan Pegurus Cabang (DPC) PKB Rembang.

Ada dua macam klasifikasi rekomendasi yang berhasil digodok melalui Muskercab I tersebut. Di antaranya adalah rekomendasi internal dan eksternal.

Ketua DPC PKB Rembang M. Hanies Cholil Barro’ menerangkan, rekomendasi eksternal itu beberapa poin di dalamnya yakni mendorong peningkatan kesejahteraan bagi tenaga kesehatan yang saat ini sedang berjuang menangani pandemi Covid-19.

Di samping itu, PKB Rembang juga mendorong, terwujudnya kesejahteraan di kalangan petani dan nelayan.

Apalagi, di kabupaten ini kedua bidang tersebut merupakan basis profesi bagi masyarakat.

“Kita akan perjuangkan kesejahteraan petani dan nelayan, karena kita berada di Rembang yang memiliki komoditas utama hasil ikan dan hasil pertanian, maka kita fokus perjuangkan kesejahteraan mereka,” tegas Gus Hanies.

Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Rembang, Maslichan menyampaikan, rekomendasi-rekomendasi hasil Muskercab I menjadi pegangan dalam menjalankan partai ke depannya.

“Kita kuatkan koordinasi, menata organisasi agar kinerja mesin partai menjadi optimal. Kedepannya, PKB akan senantiasa lebih dekat dengan masyarakat,” tuturnya.

Muskercab yang digelar dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat itu, dibuka secara langsung oleh Ketua DPW PKB Jawa Tengah, KH. M. Yusuf Chudlori, pada Selasa (19/10/2021) pagi, di Pondok Pesantren Musthofawiyyah, Desa Sridadi, Kecamatan Rembang.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan