Putra Mbah Moen Tegaskan Muktamar Islah Tidak Di Rembang

Selasa, 21 Oktober 2014 | 17:15 WIB
Ketua DPC PPP Rembang Majid Kamil. (Foto:Pujianto)

Ketua DPC PPP Rembang Majid Kamil. (Foto: Pujianto)

 

SARANG, mataairradio.com – Salah satu putra Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimoen Zubair yang juga Ketua DPC PPP Rembang KH Majid Kamil MZ membantah rencana perhelatan Muktamar Islah Partai Persatuan Pembangunan di Sarang atau Kabupaten Rembang.

Gus Kamil, begitu dia biasa disapa menegaskan bahwa Muktamar PPP dengan agenda islah akan digelar di Jakarta pada 30 Oktober 2014, tak di Rembang, sebagaimana pemberitaan di berbagai media nasional.

“Tidak di Rembang, tapi di Jakarta. Itu (berita) yang menyebut tentang tempat (di Rembang) tidak benar,” kata Gus Kamil saat dihubungi mataairradio.com pada Selasa (21/10/2014) pagi terkait berita Muktamar Islah yang akan digelar di Rembang seperti dilansir berbagai media oline nasional.

Dia juga menegaskan, Muktamar ini diadakan Ketua Majelis Syariah PPP, KH Maimoen Zubair. Sebagaimana diketahui, Muktamar ini digelar karena islah antara kubu Romi atu Romahurmuziy dan Suryadharma Ali tak tercapai. Bahkan, kubu Romi sudah menggelar Mukatamar di Surabaya beberapa hari lalu.

Seperti diberitakan, pengurus asli PPP hasil Muktamar PPP VII tetap Suryadharma Ali sebagai Ketum dan Romahurmuziy Sekjennya. Karena mereka tidak islah antara tanggal 13-18 Oktober lalu, maka Majelis Partai mengagendakan Muktamar.

Pesertanya seluruh pengurus PPP dari kedua kubu yang berseteru. “Pengundang Muktamarnya memang KH Maimoen Zubair. Saya kan Ketua DPC, jadi ya peserta saja, tidak panitia,” katanya sembari membenarkan bahwa Presiden Joko Widodo direncanakan hadir akan membuka Muktamar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan