Mardi Sangkal Kabar Dirinya Ungkap Sejumlah Pejabat Teras Desak Minta Proyek

Selasa, 29 Juni 2021 | 19:49 WIB

 

Kepala Dindikpora Rembang Mardi, saat dikonfirmasi awak-media pada Selasa (29/6/2021) siang, di kantornya. (Foto: Mukhammad Fadlil)


REMBANG, mataairradio.com –
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Mardi menyangkal kabar yang menyebutkan dirinya telah mengungkap adanya sejumlah pejabat teras di Rembang mendesak pihaknya untuk meminta jatah proyek. Salah satunya adalah Kepala Kejaksaan Negeri Rembang.

Ia menegaskan, bahwa kabar tersebut tidak benar dan dirinya juga tidak sampai diwawancarai oleh oknum yang menulis dan menyebarkan kabar tersebut.

Dirinya mengungkapkan, justru oknum yang menulis dan menyebarkan kabar tersebut yang meminta jatah proyek dan mengancam dirinya apabila permintaannya tidak dikabulkan.

“Tidak benar berita itu. Berita tersebut muncul tanpa klarifikasi terlebih dahulu, tanpa mewawancarai saya. Wartawan (yang ngaku wartawan) yang membuat berita tersebut yang mengancam saya mau membuat rame karena permintaan dia terkait proyek tidak saya penuhi,” jelasnya.

Saat mataairradio.com mengonfirmasi, Mardi menjelaskan, memang sebelumnya sempat ada oknum yang ngaku-ngaku utusan dari Kejaksaan Negeri Rembang mendatangi dirinya, meminta jatah proyek.

Namun setelah dirinya melakukan konfirmasi kepada Kepala Kejaksaan ternyata hal itu tidak benar.

“Awalnya ada orang ngaku-ngaku utusan dari Kejaksaan. Tapi setelah saya konfirmasi ke Kejaksaan ternyata tidak benar. Kalau oknum saya nggak kenal. Kalau yang ngaku wartawan yang ngancam saya terus membuat berita, ini saya kenal,” katanya, Selasa (29/6/2021) siang.

Mardi mengungkapkan, oknum yang mengaku wartawan ini sering mendatangi dirinya, bahkan lima kali lebih. Dengan agenda yang sama yakni minta jatah proyek.

Berkali-kali ia didatangi, Mardi tidak memenuhinya. Dirinya menyarankan apabila ingin memperoleh proyek, supaya mengikuti prosedur yang ada.

Oknum yang mengaku wartawan yang berkali-kali mendatangi dirinya ada dua orang, inisialnya T dan PJ. Warga luar Rembang.

“Saya menyarankan kalau memang ingin mengikuti kegiatan pengadaan barang, silakan mendaftarkan, mengikuti secara prosedural. Saya terakhir ditelfon pekan lalu saya tetap tidak memenuhi permintaan itu,” bebernya.

Disinggung tindak-lanjut atas peristiwa ini, Mardi mengaku akan konsultasi dengan ahli hukum yang memahami masalah ini. Setelah itu, baru pihaknya akan mengambil tindakan.

“Langkah saya, saya ingin berkonsultasi kepada pihak yang memahami hukum tentang ini. Baru nanti kami akan ambil langkah selanjutnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar kabar yang berisi tentang Kepala Dindikpora Rembang mengungkapkan bahwa dirinya didesak oleh sejumlah pejabat teras di Kabupaten Rembang untuk meminta jatah proyek.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan