Lembaga Keuangan Digandeng Atasi Masalah Lelang Ikan

Rabu, 11 Mei 2016 | 15:26 WIB
Kondisi pelelangan ikan di TPI Tasikagung Rembang, Selasa (29/3/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Kondisi pelelangan ikan di TPI Tasikagung Rembang, Selasa (29/3/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz berencana menggandeng lembaga keuangan untuk mengatasi permasalahan kurang pembayaran lelang ikan di TPI wilayah kabupaten ini.

Namun Bupati tidak menyebutkan jenis lembaga keuangan yang akan digandeng untuk kepentingan tersebut, apakah dari perbankan atau berasal dari koperasi.

“Agar permasalahan yang terkait pembayaran tidak membebani nelayan, maka kami akan menggandeng lembaga keuangan untuk mem-back-up masalah ini,” terang Bupati pada pertemuan di Gedung UPT TPI Tasikagung, Rabu (11/5/2016).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tenngah, Pemkab Rembang, perwakilan nelayan, bakul, pengusaha pengolahan hasil perikanan, pengurus KUD, dan masyarakat.

“Perusahaan pengolah jangan sampai lama (membayarnya) kepada bakul. Agar bakul pun tak lama bayarnya kepada nelayan. Jangan sampai satu bulan. Terlalu lama. Kasihan,” tandasnya.

Menurutnya, persoalan di tempat pelelangan ikan (TPI) tidak hanya yang terkait pembayaran atas transaksi lelang ikan, tapi juga termasuk sarana dan prasarana.

“Soal sarpras saya kira tidak sulit karena sudah kita anggarkan di 2016. Meskipun masih belum bisa mengkaver semua, tapi paling tidak sudah ada upaya untuk sarana aktivitas nelayan, mulai dari TPI-nya, jalan, maupun gedung,” terangnya.

Mengenai beberapa hal lain yang juga perlu diperbaiki, katanya, antara lain komunikasi karena dalam beberapa kasus yang menimbulkan marah disebabkan oleh tidak diajak bicaranya pihak yang bersangkutan.

“Soal kebersihan mesti menjadi prioritas karena mengganggu kualitas ikan. Kalau (TPI) tidak bersih, akan mengganggu kualitas. Soal ketertiban dan keamanan, jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan untuk kepentingan kelompok yang merugikan nelayan dan bakul,” tegasnya.

Tentang wacana lelang pada malam hari untuk menaikkan kualitas ikan, Bupati belum memberikan instruksi yang jelas karena masih perlu bicara dengan berbagai pihak.

“Kalau nelayan, bakul, dan koperasi bisa menerima, ya silakan (lelang pada malam hari) karena kerangkanya peningkatan kualitas yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan