KPU Rembang Terima Rekomendasi 2.601 Pemilih Bermasalah

Senin, 26 Mei 2014 | 16:41 WIB
Rekapitulasi Hasil Pengawasan DPSHP Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 oleh Panwaslu Kabupaten Rembang.

Rekapitulasi Hasil Pengawasan DPSHP Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 oleh Panwaslu Kabupaten Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang, Senin (26/5) siang menerima rekomendasi temuan sebanyak 2.601 data pemilih bermasalah dalam DPSHP Pilpres 2014 dari Panitia Pengawas Pemilu setempat.

Dari 2.601 data pemilih itu, 1.066 di antaranya tidak memenuhi syarat sebagai pemilih, tetapi belum dihapus dari DPSHP. Mereka ini adalah 632 pemilih yang telah meninggal dunia, 19 pemilih bergangguan jiwa, lima pemilih di bawah usia 17 tahun, 405 pemilih pindah alamat, serta lima pemilih masih tercantum sebagai anggota TNI aktif.

Selain itu, ada 639 pemilih yang memenuhi syarat sebagai pemilih, tetapi belum terdaftar dalam DPSHP. Terdiri atas 366 pemilih berusia 17 tahun, 272 pemilih yang meski belum 17 tahun tetapi sudah menikah, dan satu orang pensiun anggota TNI. Selebihnya, 833 pemilih terjadi
kesalahan penulisan data pemilih dan 55 pemilih terdaftar ganda serta delapan pemilih hantu alias tidak ada orangnya.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud mengaku siap mengklarifikasi temuan Panwaslu pekan ini. Sebelum menjawab rekomendasi dari Panwaslu, pihaknya terlebih dahulu akan menggelar pleno di tingkat KPU.

Untuk sementara ini, pihak KPU mengonfirmasi penyebab temuan kesalahan penulisan data pemilih yang direkomendasikan Panwaslu. Menurut Suud, kesalahan penulisan data pemilih diduga akibat kesalahan personal saat memindahkan rekap manual ke sistem informasi data pemilih atau sidalih.

Sedangkan untuk pemilih bergangguan jiwa yang masih masuk di DPSHP, Suud berdalih itu perintah dari KPU Pusat. Menurutnya, saat Pileg 9 April kemarin, mereka yang mengalami gangguan jiwa memang diminta didata, sehingga masuk di DPT.

Dia mengakui, perintah KPU Pusat ini memunculkan perdebatan. Sebab logikanya, mereka yang terganggu kejiwaannya, tidak mampu secara fisik dan mental mengikuti pemilihan umum. Mestinya secara normatif, gugur haknya. Atas hal ini, KPU Kabupaten akan berkoordinasi lagi dengan KPU Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Rembang, Muchlis Ridho mengatakan data pemilih bermasalah itu ditemui setelah pengawas pemilu lapangan (PPL) mengecek pengumuman DPSHP oleh masing-masing panitia pemungutan suara di tingkat desa.

Pihaknya berharap kepada penyelenggara Pemilu agar lebih rajin turun ke bawah dan berkoordinasi dengan PPS dan KPPS. Menurut Ridho, jangan sampai saat pengesahan DPT pada 3-4 Juni nanti, pemilih yang diduga bermasalah ini tidak dievaluasi. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan