Konsumsi Gas Melon di Rembang Naik 2,7 Persen

Selasa, 29 Agustus 2023 | 09:27 WIB

Terminal Elpiji Rembang PT Heksa Energi Mitraniaga (Hema), Desa Sendangmulyo, Sluke. Foto diunggah pada Selasa (29/8/2023). (Foto: mataairradio.com)

 

SLUKE, mataairradio.com – Konsumsi gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di Kabupaten Rembang mengalami peningkatan 2,7 persen. Hal ini diungkap Supervisor Terminal Elpiji Rembang, Cakra Raktu Mahesa.

Ia menyebutkan, elpiji yang pihaknya salurkan mencapai 550 metrik ton per hari. Belakangan naik hingga 650-700 metrik ton.

“Juni dan Juli kemarin masih normal, Agustus ini mengalami kenaikan. Kalau dikonversi dengan truk tangki, rata-rata 35-40 truk tangki per hari,” ungkap Cakra saat ditemui di Terminal Elpiji Rembang PT Heksa Energi Mitraniaga (Hema), Desa Sendangmulyo, Sluke, Selasa (8/8/2023) siang.

Cakra menjelaskan, wilayah distribusi yang pihaknya kaver yaitu daerah Pantura Jawa Tengah, Solo Raya dan sebagian Kabupaten Tuban, Jawa Timur. “Kita operasional dari jam delapan pagi sampai 10 malam, Senin sampai Sabtu. Masih lancar,” terangnya.

Untuk konsumsi gas elpiji bersubsidi tiga kilogram di Kabupaten Rembang, kata Irsan Firdaus Gasani, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon 6 Semarang, per hari rata-rata mencapai 19-an ribu tabung.

Bahkan awal Agustus ini ada penambahan tujuh ribu tabung. Hal ini sebagai antisipasi lonjakan permintaan di tingkat masyarakat.

“Pasokan terbilang aman, kebetulan tanggal dua Agustus kemarin juga ada penambahan tujuh ribu tabung, untuk mengantisipasi. Konsumsinya meningkat, dari pertengahan hingga akhir tahun memang biasanya meningkat,” ujar Irsan.

Senior Supervisor Comunications & Relations Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Martia Mulia Asri menjelaskan, dari wilayah yang dikaver, tidak semua mengalami peningkatan konsumsi gas elpiji tiga kilogram.

Martia mengatakan, indikator adanya peningkatan atau tidak, bergantung pada serapan di tingkat pangkalan. “Itu indikator kita, karena pangkalan jalur resmi kami. Titik akhir penjualan elpiji,” terang Martia.

Disinggung ihwal masih adanya pangkalan yang menjual gas elpiji tiga kilogram di atas harga eceran tertinggi atau HET yakni Rp 15.500 per tabung, Martia meminta supaya masyarakat melapor ke nomor call center.

“Itu akan kami sanksi pangkalannya kalau menjual gas elpiji subsidi di atas HET yang ditetapkan SK Gubernur,” tegas Martia.

Selain itu, Martia mengajak masyarakat menengah ke atas untuk memakai gas non subsidi, agar gas elpiji bersubsidi tepat sasaran, terutama bagi keluarga yang tidak mampu maupun usaha mikro.

 

Penulis/Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan