Komisi Pengawasan Pupuk Tertibkan Kelompok Tani Mbeling

Rabu, 11 Maret 2015 | 19:42 WIB
Barang bukti transaksi pupuk ilegal di halaman Mapolsek Gunem, Selasa (10/3/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Barang bukti transaksi pupuk ilegal di halaman Mapolsek Gunem, Selasa (10/3/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Rembang bakal menertibkan kelompok tani mbeling alias nakal agar kasus dugaan penyalahgunaan pupuk bersubsidi oleh salah satu kelompok tani di Desa Sidomulyo Kecamatan Gunem, tidak terulang.

Ketua KP3 Rembang Hamzah Fatoni menekankan, kelompok tani pemegang rencana definitif kebutuhan kelompok atau RDKK mestinya memanfaatkan alokasi hanya untuk wilayah masing-masing.

“Jika misalnya alokasi pupuk untuk wilayah Kecamatan Gunem, mestinya tidak digunakan di Pamotan,” katanya, Rabu (11/3/2015) siang.

Menurutnya, alokasi pupuk di tiap kecamatan sudah ditetapkan melalui peraturan bupati. Jika ternyata kurang, kelompok tani bisa mengusulkan tambahan.

“Pemkab akan memenuhinya dengan dua cara, yakni meminta tambahan jatah ke provinsi atau melakukan realokasi dari kecamatan lain,” tandasnya.

Komisi Pengawasan Pupuk mengingatkan, kelompok tani tidak didesain untuk melakukan kepentingan bisnis.

“Tugas pokok kelompok tani dalam hal pupuk bersubsidi adalah menerima alokasi dan menyalurkannya kepada anggota,” terangnya.

Hamzah menegaskan, membisniskan pupuk apalagi menjualnya untuk mencukupi kebutuhan di daerah lain, tidak bisa dibenarkan.

Kelompok tani tak bisa menggeser-geser sendiri jatah pupuk antar-wilayah.

“Jika hal itu dilakukan, maka distributor pupuk di daerah yang bersangkutan, mestinya tanggung jawab,” tegasnya.

Khusus terkait kasus di Desa Sidomulyo Kecamatan Gunem, KP3 Rembang belum akan melakukan evaluasi secara spesial.

“Kami akan lebih dulu melakukan kroscek di lain kecamatan,” tandasnya.

Apabila ada temuan yang sama, evaluasi akan dilakukan dengan menyemprit kelompok tani yang bersangkutan.

Seperti diketahui, Selasa (10/3/2015) kemarin, aparat dari Koramil Gunem mengamankan sebuah truk pengangkut tiga ton pupuk jenis amoniak sulfat atau ZA dan organik yang diduga hendak dijual kepada petani di kecamatan lain.

Sopir truk, Mujahit mengakui, pupuk akan dikirim ke Mundofar, warga Desa Mlagen Kecamatan Pamotan.

Ketua Kelompok Tani Mohon Tirto Desa Sidomulyo Sutarman selaku pihak mengeluarkan pupuk itu berkilah, 40 sak ZA dan 20 sak organik itu akan dipakai untuk memupuk tanaman tebu miliknya di Desa Mlagen.

Dia beralasan cukup susah membeli pupuk di Pamotan.

Kapolsek Gunem AKP Urip Prihadi mengatakan, penggeseran pupuk antar-kecamatan merupakan pelanggaran distribusi.

Polisi tidak berwenang menyidik sehingga sanksi mesti diberikan oleh distributor.

Dengan dalih itu, truk berikut sopir dan dua keneknya akhirnya dilepaskan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan