Komisi C Umroh Saat Diminta Pantau Kejati

Selasa, 17 Maret 2015 | 15:33 WIB
Kejati Jawa Tengah

Pemeriksaan proyek oleh tim dari Kejati Jawa Tengah di Desa Bogoharjo Kecamatan Kaliori, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi C DPRD Rembang diminta memantau dan memberi informasi hasil pengawasan proyek seiring pemeriksaan dari Kejati Jawa Tengah.

Hal itu untuk menjauhkan kesan adanya anggota dewan yang turut bermain proyek.

Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat atau Lespem Rembang Bambang Wahyu Widodo mengatakan, permintaan itu bukan tanpa alasan.

Menurutnya, Komisi C memiliki tugas pengawasan pelaksanaan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

“Jika ternyata proyek yang dicek oleh pihak Kejati ini benar menyimpang, kinerja pengawasan dari anggota dewan patut dipertanyakan,” katanya.

Menurut Bambang, proyek di lingkup DPU juga diawasi oleh DPRD.

Sayangnya, saat Kejati turun tangan, hampir semua anggota Komisi C DPRD tidak ada di Rembang karena umroh di Tanah Suci.

“Pelaksanaan pemeriksaan sejumlah proyek di Rembang oleh Kejati Jawa Tengah perlu diapresiasi,” katanya.

Menurut Bambang, langkah nyata dari Kejati ini cukup tepat, di tengah memblenya kinerja Kejari Rembang dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Meski demikian, dia meminta kepada Kejari Rembang yang diperintah Kejati, agar memberikan informasi kepada masyarakat, tentang titik mana saja yang diperiksa.

“Hal tersebut penting agar diketahui siapa kontraktor dan kualitas pekerjaannya,” tandasnya.

Informasi soal titik yang diperiksa perlu dibeber, agar juga diketahui, ada atau tidaknya anggota dewan yang bermain proyek.

“Hal ini pun penting sebagai gambaran bagi masyarakat, untuk memilih atau tidak memilih lagi, wakil mereka pada masa mendatang,” tegasnya.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang Eko Yuristianto yang dihubungi mataairradio mengaku sudah memeriksa hampir 25 titik proyek.

“Yang dihitung oleh ahli sudah hampir 25 titik,” katanya.

Selasa (17/3/2015) siang, pihaknya melanjutkan pemeriksaan proyek di wilayah Kecamatan Pancur.

“Masih di Kecamatan Pancur ya. Kemarin kami periksa embung di Desa Japeledok. Kondisi rusak parah dan runtuh,” ungkapnya.

Eko juga membeberkan, pihaknya berkemungkinan memeriksa proyek penataan Alun-alun Rembang.

Namun belum ada perintah dari Kejati untuk turut memeriksa proyek senilai total lebih dari Rp5,2 miliar itu.

“Belum ada perintah (memeriksa proyek Alun-alun Rembang). InsyaAllah sampai kesitu,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan