Kekeringan Ancam Kelangsungan Fauna di Hutan Mantingan

Kamis, 29 Oktober 2015 | 18:50 WIB
Ilustrasi.

Ilustrasi.

 

REMBANG, mataairradio.com – Kekeringan akibat musim kemarau ekstrem mengancam kelangsungan fauna di hutan wilayah Perum Perhutani KPH Mantingan, yang mayoritas rimbanya berada di wilayah Kabupaten Rembang.

Humas KPH Mantingan Ismartoyo, Kamis (29/10/2015) pagi, mengatakan, kijang, rusa, babi hutan, dan merak, terpantau menuju ke tempat mata air untuk bertahan hidup. Dia mengakui, kekeringan mengancam kelangsungan hidup fauna hutan, terutama satwa langka.

Namun, sejauh ini, tidak ditemukan fauna yang mati akibat kekeringan. Babi hutan misalnya, justru diketahui masuk ke areal perkampungan. Ia menyatakan memantau perkembangan kelangsungan fauna hutan melalui bidang lingkungan.

“Selama ini memang tidak ditemukan fauna yang mati karena kekeringan, karena yang kita ketahui, fauna itu mendekat ke mata air. Kita terus pantau, agar fauna-fauna itu selamat,” katanya.

Menurut Ismartoyo, selama kekeringan yang sudah berlangsung kira-kira enam bulan di kabupaten ini, belum sampai ada fauna yang terpaksa diungsikan, agar bertahan hidup. Pihaknya sebatas menguatkan kawasan perlindungan hutan (KPS) setempat.

Ia menjelaskan, KPS dimiliki oleh hampir setiap bagian kesatuan pengelolaan hutan (BKPH). Di kawasan perlindungan setempat, dilarang dilakukan penanaman, baik secara tumpang sari maupun untuk keperluan pertanian. Di kawasan tersebut, floranya dibiarkan utuh.

Pejabat Perhutani asal Kecamatan Sulang ini menyebutkan, fauna jenis kijang, rusa, dan merak, masih terlindungi di wilayah BKPH Demaan dan Ngiri serta Medang. Kijang masih sekitar 29 ekor, rusa 16 ekor, babi hutan 122 ekor, dan merak hijau 59 ekor.

“Kita belum sampai mengungsikan satu pun fauna. Tapi kita pastikan masih ada KPS yang bisa dipakai fauna-fauna itu untuk bertahan hidup,” tandasnya.

Pihak Perhutani KPH Mantingan menambahkan, selain kekeringan, kebakaran hutan juga bisa mengancam kelangsungan fauna. Namun insiden kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Rembang, terbilang kecil dan tidak memengaruhi perkembangan fauna.

Sepanjang kemarau ini, dari 16.000 hektare lebih lahan hutan KPH Mantingan, sebanyak 56,11 hektare di antaranya dilanda kebakaran. Paling banyak terjadi pada Agustus lalu, seluas 28,3 hektare. Wilayah yang paling banyak terenggut kebakaran adalah RPH Pamotan dan Mantingan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan