Warga Ngotet Gagalkan Kebakaran Akibat Elpiji Bocor

Senin, 17 Maret 2014 | 15:47 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – Satu unit rumah milik keluarga Rohmat, warga RT 5 RW 3 Desa Ngotet Kecamatan Rembang, nyaris ludes terbakar pada Senin (17/3) sekitar jam setengah sembilan pagi. Aliran elpiji di dapur milik keluarga itu bocor saat dipakai untuk menggoreng tahu. Lantaran jarak antara tabung dan kompor terlalu dekat, api menyambar dan terjadi kebakaran.

Namun masih beruntung, sejumlah warga segera sigap melakukan pemadaman secara darurat. Warga berlarian memadamkan api dengan cara menaburkan pasir ke arah titik api. Ada pula beberapa warga yang mengambil air sekenanya untuk melokalisasi kebakaran. Saat kejadian, hanya istrinya yang dirumah, sedangkan Rohmat tengah melaut.

Tim Pemadam Kebakaran dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang yang kemudian dihubungi segera turun ke lokasi kebakaran. Sarpani, salah seorang petugas pemadam kebakaran menyatakan, sempat mengeluarkan satu unit mobil tangki dan pemadam dari markas. Namun lantaran warga sigap, api sudah berhasil padam, sebelum penyemprotan dilakukan maksimal.

Kasus kebakaran yang dipicu oleh aktivitas di dapur, tidak kali ini saja terjadi di Kabupaten Rembang. Tidak hanya yang melibatkan elpiji, dapur yang berkayu bakar pun tak luput dari ancaman kebakaran. 8 Maret 2013 lalu, bangunan dapur milik keluarga Jupri, warga Dusun Playon Desa Waru Kecamatan Rembang, ludes terbakar. Penyebabnya, dapur dibiarkan menyala ketika ditinggal pergi si empu rumah.

Khusus untuk kasus kebakaran di Ngotet, pihak tim pemadam kebakaran mengaku salut. Mereka tidak mudah panik begitu terjadi kebakaran. Warga justru secara spontan berbagi tugas dalam menangani kebakaran. Dalam hal ini, Sarpani menyatakan, warga belum pernah sekalipun dilatih cara menangani kebakaran secara darurat.

Tim pemadam kembali mengingatkan, kebakaran tetap berpotensi terjadi kendati saat ini masih berlangsung musim penghujan. Sarpani menekankan, dapur yang masih berdinding kayu terbilang rawan dilalap api begitu masih ada bara dari tungku. Karena itu, akan lebih aman dimatikan, sebelum rumah ditinggalkan.

Komandan Regu Pemadam Kebakaran dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Abdul Rokhim juga mengatakan, kebakaran rawan pada musim hujan sekalipun. Biasanya, korsleting listrik menjadi pemicunya.

Menurut Rokhim, kabel yang tidak standar rawan mengakibatkan hubungan pendek arus listrik. Dalam hal ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN Rayon Rembang, untuk turut mengimbau penggunaan kabel standar pada instalasi rumah tangga. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan