Kata BPS, Angka Kemiskinan Rembang Cenderung Menurun

Kamis, 18 Februari 2016 | 19:01 WIB
BPS Rembang menggelar Sensus Ekonomi 2016 mulai 1-31 Mei mendatang, antara lain untuk memotret kondisi perekonomian di Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

BPS Rembang menggelar Sensus Ekonomi 2016 mulai 1-31 Mei mendatang, antara lain untuk memotret kondisi perekonomian di Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Rembang melansir laporan penurunan jumlah masyarakat miskin di kabupaten ini.

Jika di tahun 2013, jumlah masyarakat miskin mencapai 127.000 orang atau 20,97 persen, maka pada 2014 tinggal 120.000 orang atau tinggal 19,5 persen.

Menurut BPS Rembang, penurunan jumlah masyarakat miskin merupakan dampak dari pertumbuhan ekonomi di kabupaten ini yang mengalami peningkatan.

Angka pertumbuhan ekonomi pada 2013 hanya 5,15 persen, tetapi pada 2014 meningkat menjadi 5,41 persen.

Selain jumlah masyarakat miskin yang turun, Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analis Statistik BPS Rembang Sri Winarsih menyebut, jumlah angka pengangguran pun turun, dari 5,98 persen pada tahun 2013 menjadi 5,23 persen pada 2014.

“Kalau data laporan (jumlah masyarakat miskin dan pengangguran) tahun 2015, kami baru menyusunnya,” katanya, Kamis (18/2/2016).

Wiwin– sapaan akrab Sri Winarsih menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Rembang pada 2014 dikerek oleh dimulainya pekerjaan konstruksi pendirian pabrik semen di wilayah Gunung Bokong, Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu.

Menurutnya, pekerjaan konstruksi menyerap banyak tenaga kerja dan berdampak pada tergeraknya jenis usaha ikutan seperti warung, kos-kosan, dan usaha perdagangan misalnya toko sembako.

“Tumbuhnya industri melahirkan efek ganda bagi perkembangan ekonomi daerah di sekitarnya,” tandasnya.

Namun jika berkaca pada rendahnya serapan anggaran sektor infrastruktur publik dari pemerintah, maka tingkat pertumbuhan ekonomi diprakirakan cenderung menurun.

Sementara itu, untuk mengetahui potret terkini perekonomian di Kabupaten Rembang, BPS akan menggelar sensus ekonomi 2016, yang dilakukan mulai 1-31 Mei mendatang.

Sasaran sensus ekonomi adalah seluruh usaha, termasuk industri rumah tangga dan lembaga non-profit.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




One comment
  1. nilon henry

    Februari 18, 2016 at 7:28 pm

    Harus obyektif dalam penilain berdasar indikatornya, biar kita dapat obyektif pula melakukan perencanaan & evaluasi pembangunan. Jangan berdasar kepentingan politis untuk mencitrakan keberhasilan pembangunan

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan