Kasus Tambang Ilegal, ‘Bekingan’ Kades Tahunan Miliki Pistol Diringkus Polisi

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan menunjukkan barang bukti berupa satu pucuk pistol saat Konferensi Pers, pada Senin (25/10/2021) pagi, di HAlaman Mapolres setempat. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kasus illegal mining atau tambang ilegal di Desa Tahunan Kecamatan Sale yang menyeret seorang kepala desa setempat bernama Kasnawi, beberapa waktu lalu berhasil dikembangkan oleh pihak Polres Rembang.

Salah satu hasil dari pengembangan penyelidikan kasus itu adalah ditangkapnya Jarwo, tersangka blokade jalan. Selain berperan sebagai provokator blokade jalan, Jarwo juga disebut membekingi Kades Kasnawi.

“Kegiatan blokade jalan, kita menetapkan satu tersangka atas nama JW. JW ini orang kepercayaan, bisa dikatakan pengawal kepala desa, yang melakukan blokade jalan dengan 84 truk,” terang Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan.

Kapolres Dandy menambahkan, setelah polisi melakukan pendalaman penyelidikan, ternyata Jarwo diketahui memiliki senjata api genggam atau pistol ilegal.

Pistol milik Jarwo berhasil didapatkan polisi pada 22 Oktober 2021, setelah ada informasi bahwa tersangka Jarwo mempunyai senjata api.

Jarwo membeli senjata api genggam itu dengan harga Rp7,5 juta dari seseorang berinisial S, warga Tuban-Jawa Timur.

“Hasil keterangan JW, dia mendapatkan senpi dari seseorang bernama S di Tuban. Kita lakukan pengembangan di Tuban, di kediaman kita temukan beberapa butir peluru aktif dan selongsong peluru. Peluru jenis FN,” imbuhnya.

Dari pengakuan Jarwo,  sudah selama enam bulan dirinya mempunyai pistol sebagai barang koleksi dan baru ditembakkan dua kali dengan peluru hampa ke arah sasaran atas.

“Enam bulan memiliki senpi. Untuk koleksi, disimpan di rumah kalau butuh tak bawa. Digunakan dua kali, saya coba dengan peluru hampa jauh dari permukiman warga. Sasarannya ke atas,” terang Jarwo saat dihadirkan pada Konferensi Pers yang digelar Polres Rembang, pada Senin (25/10/2021).

Sedangkan keterangan dari tersangka S yang seorang warga Tuban, selaku penjual pistol ke Jarwo mengaku, mendapat senjata api dari membeli di pasar online dengan harga Rp3,5 juta.

Sebenarnya pistol itu adalah ‘airsoftgun’, namun sudah dimodifikasi oleh S, sehingga menjadi senjata api. Selain pistol, S juga membeli enam peluru seharga Rp2,5 juta.

“Belinya softgun Rp3,5 juta, juga peluru beli di Shopee Rp2,5 juta dapat enam butir, sama alat modifikasi,” tuturnya.

Atas perbuatannya, S dan Jarwo saat ini ditahan, mendekam di Mapolres Rembang.

Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951. Ancaman hukumannya yaitu hukuman mati, atau seumur hidup, atau penjara 20 tahun penjara.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan