Muttaqin Simpan “Kartu As” Kasus PPID Rembang

Rabu, 12 Februari 2014 | 15:58 WIB
Abdul Muttaqin (paling kanan berbaju motif kotak-kotak, red.) dikeler kembali ke Rutan Rembang setelah diperiksa lagi pada Kamis, 30 Januari 2014. (Foto: Pujianto)

Abdul Muttaqin (paling kanan berbaju motif kotak-kotak, red.) dibawa kembali ke Rutan Rembang setelah diperiksa lagi pada Kamis, 30 Januari 2014. (Foto: Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Mantan Pejabat Pembuat Komitmen Proyek PPID 2011 di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Rembang Abdul Muttaqin, menyimpan sejumlah keterangan penting atau “kartu as” yang bisa menguak keterlibatan tersangka baru pada kasus korupsi dana PPID.

Kuasa Hukum Muttaqin, Darmawan Budiharto mengungkapkan, kliennya telah memberikan testimoni yang menyebut keterlibatan penguasa dan kroninya dalam kasus korupsi senilai Rp1,5 miliar. Pihaknya kini tengah mendalami perkara yang disangkakan dilakukan kliennya.

Darmawan yang pada tanggal 8 Februari kemarin mendapat kuasa hukum atas Muttaqin, memastikan ada fakta baru yang akan diungkap di persidangan nanti. Hingga Rabu (12/2) siang ini, pejabat asal Ngemplak-Lasem ini masih menjalani penahanan di tahap penuntutan.

Darmawan Budiharto yang juga merupakan kuasa hukum Agus Supriyanto, tersangka lain dalam kasus PPID, sudah mempelajari secara utuh testimoni Muttaqin. Dia mengungkap, testimoni Muttaqin dibuat dengan tulisan tangan pada tiga lembar kertas folio dan bermaterai cukup.

Testimoni Muttaqin diakuinya bisa mengarahkan pada orang-orang yang selayaknya menjadi tersangka lain dalam kasus ini. Darmawan pun menyebut kedua kliennya sebagai tumbal atau korban dari sebuah kebijakan Pimpinan.

Dia berjanji untuk menguak bukti-bukti baru di persidangan, meski saat ini penegak hukum terkesan enggan menjamah nama lain. Mengenai pelimpahan berkas perkara Abdul Muttaqin ke Pengadilan Tipikor Semarang, Darmawan berharap dilakukan sebelum 18 Februari 2014.

Pegiat anti-korupsi di Rembang, Bambang Wahyu Widodo menilai, ada kesan tebang pilih dari pihak Kejaksaan Negeri Rembang dalam kasus dugaan korupsi dana PPID. Mestinya, pengakuan Muttaqin saat pemeriksaan, dijadikan pintu masuk untuk merangket pihak lain.

Bambang mengaku mendapat kutipan dari berkas penahanan Muttaqin yang menyebutkan adanya aliran dana dari proyek PPID ke kroni penguasa Rembang. Namun sejauh ini, pihak kejaksaan tidak kunjung bergerak mengungkapnya.

Abdul Muttaqin dan Agus Supriyanto diduga mengorupsi dana PPID senilai Rp1,5 miliar. Keduanya sudah ditahan, meski dalam waktu yang berlainan. Muttaqin ditahan 6 November 2013, sedangkan Agus baru pada 30 Januari 2014. (Pujianto)




One comment
  1. Paijo

    Februari 14, 2014 at 12:50 pm

    Pak Bambang, anda benar memang ada kesan tebang pilih Kejari Rbg dlm kasus ini, dan justru kebijakan spt itu yg srg menyebabkan penguasa trs berkelakuan ngawur & arogan dng menunggangi banyak proyek utk mengeruk untung, krn penguasa ngawur ini berpikir ada yng bisa ditunggangi utk dijadikan korban, sementara dia sendiri akan aman & melenggang krn hukum tdk pernanh menyentuhnya. Gampang bgt model kasus yg sdh terjadi spt itu ditelisik di Rbg, pdhl indikasi kasus2 lainyg bkl menyusul jg sgt banyak, kan?.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan