Karnaval Kemerdekaan, Mulai Detektor Hingga Hasil Bumi

Kamis, 18 Agustus 2016 | 16:29 WIB
Arak-arakan gunungan hasil bumi mewarnai Karnaval HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Kabupaten Rembang, Kamis (18/8/2016). (Foto: Pujianto)

Arak-arakan gunungan hasil bumi mewarnai Karnaval HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Kabupaten Rembang, Kamis (18/8/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Karnaval guna Peringatan Ulang Tahun ke-71 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Kabupaten Rembang, Kamis (18/8/2016) pagi.

Ribuan orang, baik dari kalangan peserta karnaval yang berasal dari instansi pemerintah dan swasta, maupun dari kalangan penonton berasal dari pelajar dan masyarakat umum, tampak memadati jalanan utama kota.

Mereka yang peserta bergerak sejak Pendapa Museum Kartini lalu menyusuri Jalan Soedirman kemudian berbelok ke selatan menapaki Jalan Kartini dan masuk Jalan Pemuda.

Di bilangan Jalan Pemuda, peserta kirab transit sesaat guna menyaksikan panggung kehormatan di kawasan Pabrik Es Saripetojo, dekat Kantor Dinas Pendidikan, hingga akhirnya finis di Gedung Haji Rembang.

Para peserta berbusana sesuai dengan tema yang diusung dinas atau instansi masing-masing. Tampak ada yang berbusana ala Diponegoro dan kostum batik, atau juga memikul gunungan hasil bumi.

Tampak pula kaum transgender alias waria yang berkesan sengaja diajak oleh pihak Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang untuk ikut serta di karnaval yang berlangsung sampai siang itu.

Sebelum berangkat, petugas dari Kepolisian Resor Rembang tampak memeriksa secara ketat kendaraan peserta karnaval terutama kereta kuda yang akan ditunggangi para pejabat, termasuk Bupati dan Wakil Bupati.

Kepala Bagian Operasi Kompol Yohan Setiajid memimpin anak buahnya melakukan pemeriksaan dengan bantuan metal dan mirror detector tak terkecuali di panggung kehormatan dan kursi tamu.

“Kami tidak mau kecolongan oleh hal-hal yang dapat mengganggu jalannya karnaval. Pengamanan kami lakukan sesuai standar dan prosedur tetap,” terangnya.

Polisi bersama Kantor Kemenag dan Kesbangpolinmas Rembang juga mengikuti karnaval dengan mengusung tema yang menyeru perang untuk terorisme dan radikalisme.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto tampak turun dari kereta kuda yang ditumpanginya saat dalam perjalanan karnaval.

Keduanya tampak langsung menyalami warga yang sebelumnya telah berderet menonton karnaval, sejak dari bilangan Jalan Kartini hingga tiba di area Panggung Kehormatan.

Karnaval yang digelar sekaligus untuk perayaan Hari Jadi ke-275 Kabupaten Rembang ini, menurut Plt Kepala Dinbudparpora Suyono, sebagai media mendekatkan Pimpinan Daerah dengan masyarakat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan