Kaget Disalip Motor, Trailer Pengangkut Tripleks Terguling

Sabtu, 19 September 2015 | 21:12 WIB
Truk trailer pengangkut plywood terguling di Jalur Pantura, wilayah Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Sabtu (19/9/2015) pukul 15.00 WIB. (Foto: mataairradio.com)

Truk trailer pengangkut plywood terguling di Jalur Pantura, wilayah Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Sabtu (19/9/2015) pukul 15.00 WIB. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Diduga kaget karena disalip pesepeda motor dari arah kiri, sopir truk trailer muatan tripleks, refleks membanting setir ke kanan sehingga terguling di Jalur Pantura, wilayah Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Sabtu (19/9/2015) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Arus lalu lintas yang sejak siang sudah padat karena proyek pembetonan jalan di ruas tersebut, menjadi tersendat. Pasalnya, hampir separuh badan trailer menelan bahu jalan, tetapi kendaraan lain masih bisa melintas. Polisi yang segera datang, langsung terjun melakukan pengaturan lalu lintas.

Awalnya, truk milik PT Siba Surya yang mengangkut 35 ton tripleks, melaju dari arah Surabaya, hendak menuju Semarang. Trailer bernomor polisi H 1855 GH, dikemudikan oleh Rahmad Utomo (55), warga Desa Ngerjo Kecamatan Ringingarum Kabupaten Kendal.

Sesampainya di lokasi kejadian, tiba-tiba seorang pesepeda motor tak dikenal, menyalip trailer dari arah kiri. Padahal ketika itu, trailer melaju di atas jalan beton yang sebelah kirinya masih berupa aspal, sehingga permukaan jalan tidak sama tinggi.

“Begitu menyalip dari arah kiri, pesepeda motor memotong laju saya. Saya pun refleks; membanting setir ke kanan. Akibatnya, truk saya ini terjun ke jalan yang belum dibeton. Karena muatan tinggi, kendaraan hilang keseimbangan, sehingga terguling,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, lantaran truk terguling, muatan jenis plywood rusak. Bodi kendaraan pun ringsek di banyak bagian. Sempat lama, proses pengevakuasian badan kendaraan.

“Tapi alhamdulillah tidak sampai timbul korban jiwa. Saya tadi berangkat pagi dari Probolinggo. Sampai Surabaya jam 11. Mestinya petang ini harus sampai Semarang. Ini saya langsung kontak perusahaan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan