Jelang Lebaran, Daging Ayam Berformalin Disorot

Selasa, 11 Mei 2021 | 17:33 WIB

Petugas dari Dintanpan Rembang saat melakukan pemantauan kandungan formalin pada daging ayam yang dijual dipasaran, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang melakukan uji kandungan formalin pada daging ayam di sejumlah pasar di Kabupaten Rembang, baru-baru ini.

Pengujian kandungan formalin tersebut dilakukan di dua lokasi Pasar di Kabupaten Rembang, yakni di Pasar Kota Rembang dan Pasar Lasem.

Iwan Agus Haswanto Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dintanpan Rembang menjelaskan, hal itu pihaknya lakukan untuk menjamin supaya daging ayam yang beredar di pasaran pada saat ramadhan serta jelang lebaran tahun ini bebas dari kontaminasi zat kimia berbahaya atau formalin.

Dari upaya uji kandungan formalin tersebut, Iwan mengungkapkan, tidak ada daging ayam di pasaran yang terkontaminasi bahan pengawet jenis formalin.

“Pertengahan puasa kami sudah sidak sekalian uji-formalin pada daging ayam. Alhamdulillah hasil uji, semua negatif. Tidak ditemukan daging ayam yang diawetkan dengan formalin,” terangnya kepada mataairradio.com.

Ia menyebutkan, harga daging ayam di pasaran masih terpantau stabil, belum terdapat kenaikan yang signifikan.

“Untuk harga relatif stabil belum ada kenaikan berarti saat kami pantau di pasaran. Pemantauan stok dan harga dilakukan secara rutin sebagai antisipasi jika ada gejolak pasar,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan reporter mataairradio.com pada Selasa (11/05/2021), harga daging ayam potong di Pasar Lasem sebesar Rp36 ribu per kilo. Sedangkan harga ayam kampung satu ekor Rp50 ribu.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz menemukan cumi-cumi berformalin, saat pantauan harga dan stok pangan di Pasar Rembang, pada Selasa (11/05/2021) pagi.

“Infonya dari Banyudono Kaliori. Saya suruh menelusuri, supaya ditarik, karena membahayakan kesehatan masyarakat,” tegas Hafidz.

Menurut Bupati, menjelang perayaan lebaran tahun ini, tidak ada masalah yang muncul di pasaran. Secara umum stok pangan dan harga masih terbilang aman dan stabil.

“Kalaupun ada beberapa komoditas harganya naik, masih relatif wajar. Semisal cabai, naik kisaran Rp3 sampai Rp4 ribu per kilogram,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan