Jalur Sedan-Pandangan Ditutup Hingga Pekan Keempat Bulan Juli

Kamis, 3 Juni 2021 | 13:24 WIB

Sejumlah pengendara sepeda motor saat melewati Jembatan Sidorejo di Kecamatan Sedan, yang kondisinya retak, sehingga ditaruh lempengan pelat baja sebagai penahan. (Foto tangkap layar pada video unggahan akun facebook “Joko Bengkel”.)

 

SEDAN, mataairradio.com – Akses Jalur Sedan-Pandangan ditutup sejak pekan pertama bulan ini hingga minggu keempat Bulan Juni 2021 mendatang.

Penutupan tersebut berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan Jembatan Sidorejo yang kondisinya sudah rusak parah.

Hal itu tertuang di dalam surat nomor 045.2/329/2021 yang ditanda-tangani oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang Sugiharto, pada 02 Juni 2021.

Atas penutupan akses Jalur Sedan-Pandangan, Sugiharto mengatakan, untuk sementara waktu arus lalu lintas akan dialihkan ke Jalur Sedan-Kragan atau ruas Gandrirojo-Kumbo-Kalitengah.

“Kami akan melakukan penutupan Jembatan Sidorejo pada ruas Jalan Pandangan-Sidorejo, dimulai pada Minggu kesatu di Bulan Juni sampai Minggu keempat Bulan Juli 2021. Berkenaan dengan pemeliharaan Jembatan Sidorejo Kecamatan Sedan,” terang Sugiharto melalui surat itu.

Diberitakan sebelumnya, kondisi Jembatan Sidorejo di Kecamatan Sedan dinilai membahayakan para pengguna jalan, lantaran kondisinya yang sudah berlubang dan retak pada sejumlah sisi jembatan.

Kerusakan tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu, namun hingga kini pemerintah baru memasang pelat baja untuk menutupi lubang jembatan sebagai upaya mengurangi potensi terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sejumlah warga meluapkan kekhawatirannya melalui media sosial atas kondisi kerusakan Jembatan Sidorejo-Sedan yang belum segera tertangani.

Salah satunya akun facebook bernama “Joko Bengkel”, pada 24 Mei 2021 yang lalu, mengunggah sebuah video berdurasi satu menit 19 detik, yang berisi keluhan atas kerusakan Jembatan Sidorejo-Sedan.

Sementara itu, Syamsudin salah seorang pengguna jalan menuturkan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak tiga tahunan yang lalu.

Ia mengaku khawatir tiap kali melintasi jembatan, pasalnya banyak truk-truk bermuatan yang juga mengakses jembatan yang kondisinya sudah retak itu.

“Mulai dipasang pelat itu sudah ada tiga tahunan. Saya pas lewat ya hanya dipasangi pelat besi itu saja, penanganan lainnya sepertinya belum ada. Yang jelas khawatir, soalnya truk muatan ya lewat sana,” keluhnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan