DPU Rembang Disebut Lamban Tangani Jalan Longsor

Kamis, 17 April 2014 | 17:51 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Rembang, Joko Susilo sekaligus Caleg Partai Golkar Dapil VII (Kaliori-Sumber) (Foto:Pujianto)

Anggota DPRD Kabupaten Rembang, Joko Susilo sekaligus Caleg Partai Golkar Dapil VII (Kaliori-Sumber) (Foto:Pujianto)

KALIORI, MataAirRadio.net – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang dianggap lamban menangani jalan longsor pada ruas antara Dusun Nganguk dengan Dusun Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori.

Anggota DPRD Kabupaten Rembang Djoko Soesilo mengaku sudah beberapa kali mendapat aduan dari warga mempertanyakan perbaikan pada ruas jalan yang longsor. Dia juga mengaku sudah beberapa kali pula menghubungi DPU agar memperbaiki segera, meski darurat.

Namun, hingga Kamis (17/4) siang, belum ada respon nyata dari DPU untuk menangani jalan yang longsor sepanjang lima meter dan telah memakan lebih dari separuh badan jalan ini. Dia menyebut DPU seperti tidak peduli dengan keresahan warga.

Sepanjang catatan MataAir Radio, setidaknya sudah dua truk yang terperosok dan nyaris terguling akibat kehilangan keseimbangan karena memaksakan melintasi ruas jalan tersebut. Ruas jalan itu kini berketinggian berbeda akibat longsor.

Jika memaksakan lewat, maka kendaraan beroda empat harus melintas hati-hati dengan menepi ke sisi timur. Namun karena bahu jalan merupakan tanah biasa dan berlumpur, maka truk rawan terjebak dan rentan terguling.

Menurut Joko, apabila jalan longsor tidak segera ditangani, maka akses penghubung dua kecamatan yakni Sumber dan Kaliori, bakal putus total. Dampaknya, warga dari desa-desa seperti Randuagung, Tlogotunggal, dan Grawan Kecamatan Sumber serta Gunungsari Kecamatan Kaliori, harus berjalan memutar hingga lebih dari empat kilometer, sebelum ke arah Kota Rembang.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Raharjo mengatakan, perbaikan jalan longsor Nganguk-Pentil, akan dianggarkan melalui APBD Perubahan 2014. Soal penanganan darurat, DPU belum memiliki gambaran. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan