Harga Rajungan di Rembang Meroket Tajam

Senin, 7 Juni 2021 | 18:33 WIB

Sejumlah ekor rajungan milik salah seorang pengepul di Dukuh Layur Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem siap disuplai ke berbagai pabrik atau eksportir daging rajungan. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Harga rajungan di Kabupaten Rembang meroket tajam atau mengalami kenaikan yang signifikan, sejak adanya banyak pengepul yang memburunya.

Salah satu nelayan rajungan di Desa Sukoharjo Kecamatan Rembang yang menangkap Muhammad Iqrok mengungkapkan, semenjak adanya pandemi Covid-19 harga rajungan mulai merangkak naik.

Pada Juni ini, harga rajungan sudah tembus Rp130 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp40 ribu sekilo atau naik 200 persen lebih. Kenaikan itu mulai terjadi pada bulan Desember 2019.

“Alhamdulillah bersyukur sekali, perekonomian keluarga semakin membaik. Sekali melaut itu jam 05.00 WIB sampai 09.00 WIB, bisa dapat sampek lima kilogram rajungan. Pakainya jaring,” tuturnya.

Kumaidi nelayan rajungan yang lain juga mengungkapkan, demand atau permintaan hasil laut jenis rajungan tidak pernah turun meskipun harganya kian meroket.

Menurutnya, naiknya harga rajungan dipengaruhi oleh faktor banyaknya pengepul rajungan di kabupaten ini. Para pengepul saling bersaing di harga demi mendapat stok rajungan yang besar dari para nelayan.

“Saingan bakul semakin banyak, pabrik dulu cuma tiga sekarang bertambah banyak. Mereka bersaing di harga untuk mendapatkan rajungan,”terangnya.

Berdasarkan data yang dimiliki mataairradio.com, harga rajungan di tahun 2016 terbilang anjlok. Terjunnya harga rajungan pada waktu itu dipengaruhi oleh kondisi pasar ekspor yang sedang lesu.

Nelayan pun kelimpungan karena hasil dari menjual rajungan, tidak sebanding dengan besarnya ongkos yang telah dikeluarkan untuk membeli alat tangkap dan bahan bakar.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan