Hafidz Gandeng Bayu Maju Pilkada lewat Perseorangan

Rabu, 3 Juni 2015 | 19:27 WIB
Bayu Andreanto (berdiri) calon wakil bupati yang akan dipasangkan dengan Abdul Hafidz, ketika menyampaikan pandangannya dalam debat kandidat di Kantor DPC PPP Rembang, Kamis (28/5/2015) siang. (Foto: Pujianto)

Bayu Andreanto (berdiri) calon wakil bupati yang akan dipasangkan dengan Abdul Hafidz, ketika menyampaikan pandangannya dalam debat kandidat di Kantor DPC PPP Rembang, Kamis (28/5/2015) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tim Sembilan PPP untuk Pilkada Rembang, Rabu (3/6/2015) siang, memutuskan menggandengkan Abdul Hafidz dengan Bayu Andreanto sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan maju lewat jalur perseorangan.

Sekretaris Tim Sembilan PPP Henry Purwoko menjelaskan, alasan memilih Bayu sebagai pendamping Hafidz, antara lain karena faktor geografis, di mana menantu bos koperasi Atna Tukiman itu, dianggap kuat menggarap pemilih di wilayah barat Rembang.

“Selain itu, dari segi usia, Bayu ini cukup menjadi manifestasi dari pemilih di kalangan muda. Sementara Pak Hafidz ini sudah berusia lebih dari 40 tahun,” terangnya di Kantor DPC PPP Rembang, di bilangan Jalan Pemuda.

Alasan berikutnya, menurut Henry, adalah secara politik, hanya Bayu; calon wakil bupati yang didukung penuh oleh partai politik pengusungnya, dalam hal ini Partai Nasdem.

“Pertimbangan yang terakhir, adalah responden. Kita coba menjajaki calon pemilih. Banyak yang setuju dan mendukung jika Pak Hafidz ini berpasangan dengan Mas Bayu,” tandasnya.

Tim Sembilan, kata Henry, tidak menafikkan uji publik melalui debat bakal calon bupati, yang masing-masing kandidat memiliki nilai plus dan minus. Dia menyatakan, ukuran dalam menentukan calon wakil bupati, tidak sekadar intelektualitas, tetapi mempertimbangkan banyak unsur lain.

“Setelah ini, kami akan serahkan hasil rapat dari Tim Sembilan ini, secara resmi kepada DPC PPP. Berhubung banyak dari anggota Tim Sembilan yang juga pengurus DPC PPP, saya anggap tidak akan ada masalah,” tegasnya.

Selain segera menyerahkan keputusan Tim Sembilan kepada DPC, PPP juga akan segera membentuk tim sukses, yang merupakan gabungan antara Nasdem dengan PPP.

Soal apakah Hafidz-Bayu akan tetap maju lewat jalur perseorangan, ataukah berkemungkinan “nyalon” melalui PPP, Henry cenderung fokus melangkah di jalur non-partai.

“Kecuali dalam waktu dekat ada perubahan signifikan di PPP (islah, red.), kami mungkin akan maju lewat partai. Tetapi sejauh ini, kami masih fokus untuk menggalang dukungan calon perseorangan,” bebernya.

Tentang perkembangan pengumpulan bukti dukungan, dia menambahkan, sudah ada sekitar 58.000 dukungan yang terinput oleh tim, sedangkan yang telah siap untuk di-“entry” masih sekitar 22.000, atau total 80.000 dukungan.

“Soal jargon untuk Pak Hafidz dan Mas Bayu, kita hanya menentukan slogan ‘Semanak Nyedulur’ saja,” pungkasnya seraya menambahkan setelah ini pun, kader Partai Nasdem akan bergabung menghimpun bukti dukungan pencalonan lewat jalur perseorangan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan