Gus Yahya Terpilih Nakhodai PBNU, Ini Respon Gus Mus

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:37 WIB

KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus (Kiri) bersama KH. Yahya Cholil Staquf (Kanan) pada sebuah kesempatan pertemuan di Kediaman Gus Mus di Leteh-Rembang, sebelum pandemi Covid-19. (Foto: Wahyu Salvana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tokoh ulama sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh-Rembang, Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus memberikan respon atas terpilihnya Kiai Haji Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2021-2026.

Gus Mus yang merupakan sang paman Ketum PBNU anyar itu merespon dengan mendoakan supaya diberi kekuatan dalam menakhodai organisasi Islam yang terbesar di dunia.

Secara tersirat melalui doa, Gus Mus juga memberi pesan kepada Gus Yahya sapaan akrab Kiai Haji Yahya Cholil Staquf, agar selalu amanah dalam memimpin PBNU ke depannya.

“Semoga Allah memberi kekuatan lahir-batin untuk tetap istiqamah dan amanah. Al-Fãtihah,” tulis Gus Mus melalui unggahan akun facebooknya.

Melalui sambutannya Gus Yahya mengatakan, NU telah memiliki berbagai rintisan yang kuat dan berharga, maka ke depan yang diperlukan adalah mengolaborasi berbagai macam inisiatif dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat.

“Yang diperlukan selanjutnya adalah bagaimana menjahit berbagai macam inisiatif yang sudah dilakukan dalam pengembangan ekonomi rakyat, dalam pengembangan pendidikan, dalam pengembangan layanan kesehatan menjadi satu agenda nasional yang terpadu, untuk meningkatkan kualitas hidup warga NU khususnya dan rakyat banyak pada umumnya,” tuturnya dalam sebuah unggahan video akun youtube TVNU.

Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-34, yang dilaksanakan selama dua hari, sejak Rabu (22/12/2021). Total suara yang didapat sebanyak 337 suara, sementara Kiai Haji Said Aqil Siroj mendapat 210 suara

Dalam Muktamar NU yang digelar di Lampung ini, Kiai Haji Miftachul Akhyar juga ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan