Gubernur Jateng Sidak Pelaksanaan PTM di Sejumlah Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 15:44 WIB

Gubernur Ganjar Pranowo saat melakukan sidak terkait penerapan PTM di SMP Negeri 5 Semarang, pada Rabu (29/9/2021) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

SEMARANG, mataairradio.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah sekolah di Semarang untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), pada Rabu (29/9/2021) pagi.

Rabu pagi tadi Ganjar salah satunya menyidak ke SMP Negeri 5 Semarang, yang kebetulan lokasi sekolah itu ia lewati saat gowes. Sebelum mengunjungi SMPN 5 Semarang, Ganjar lebih dulu mampir di dua sekolah dasar, yaitu SD Muhammadiyah 16 Semarang dan SDN Wonotingal.

Menurutnya, dari tiga sekolah yang ia kunjungi itu, SMP Negeri 5 Semarang merupakan yang paling bagus, lebih khusus terkait kedisiplinannya.

“Tadi keliling ada satu SD tidak disiplin, gurunya tidak disiplin, lalu satu SD lagi bagus karena bisa disiplin. SMP N 5 ini yang paling bagus karena anak-anak yang datang sebelum jam 8 diberikan tempat holding. Mereka menunggu dulu, antre dulu, terus kemudian duduknya berjarak. Ini kebiasaan yang menurut saya bagus dan tinggal diteruskan saja,” ujar Ganjar seusai sidak.

Meskipun secara sistem sudah bagus, Gubernur meminta supaya pelaksanaan PTM terbatas di SMP Negeri 5 Semarang tetap dikawal. Hal ini untuk memastikan sistem yang bagus itu mampu berjalan secara berkesinambungan bahkan dapat dijadikan percontohan.

“Tadi minta untuk dikawal, kalau sistemnya seperti ini aman. Apalagi rata-rata sudah divaksin. Tadi saya lihat kelas juga ditutup, anak-anak disiplin karena mungkin sudah SMP. Kalau kebiasaan ini bisa berjalan dua minggu saja, ini potensi bisa jadi contoh,” tuturnya.

Kepala SMP Negeri 5 Semarang, Teguh Waluyo menjelaskan, skenario tersebut dibuat setelah pihaknya mempelajari data selama mengikuti uji coba PTM tingkat provinsi pada April lalu.

Ia menuturkan, setelah data terkumpul, skenario dan SOP itu kemudian ia bagikan kepada para guru, siswa, dan orang tua. Bahkan, pihaknya juga memasang informasi skenario dan SOP di depan gerbang sekolah agar masyarakat lain juga mengetahui.

SOP itu di antaranya mengatur tata cara memasuki lingkungan sekolah, KBM di dalam kelas, dan beribadah, serta pulang sekolah.

“Jadi harus ada skenario. Masuknya seperti apa, cek suhu, cuci tangan, bermasker, dan masuk kelas itu seperti apa. Kami sadar anak yang datang tidak sedikit dan kadang banyak (berbarengan), maka kita bantu dengan garis (penunjuk arah), putih untuk masuk kelas, kuning untuk keluar,” terangnya.

Teguh menambahkan, selain itu ruang kelas juga ditata rapi, lengkap dengan pembatas transparan di tiap mejanya. Guru yang bertugas pun juga harus tegas mengingatkan siswa untuk menjaga jarak minimal 1-2 meter.

Sedangkan, untuk pengaturan siswa yang masuk sekolah tidak memakai sistem ganjil-genap, melainkan dengan menggunakan nomor urut daftar hadir.

“Siswa yang belajar di sekolah diatur berdasarkan nomor urut absen tiap kelas, misal 1-16 masuk selama satu pekan pertama, pekan kedua nomor urut selanjutnya, bergantian,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan