Gawat, Proyek Mal Pelayanan Publik Terancam Molor, Ada Kendala

Kamis, 18 November 2021 | 18:55 WIB

Sejumlah kuli bangunan nampak sedang mengerjakan proyek penataan Mal Pelayanan Publik (MPP) milik Pemkab Rembang, pada Senin (15/11/2021) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradiio.com – Pengerjaan proyek penataan Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) milik Pemerintah Kabupaten Rembang terancam molor dari jadwal yang sudah ditentukan.

Proyek yang dikucuri dana senilai Rp3,674 miliar itu terdapat sejumlah kendala dalam pengerjaan, menjelang masa berakhir kontraknya. Batas waktu pengerjaan proyek tersebut, hingga 19 Desember tahun ini atau masih ada sisa waktu sekitar satu bulan.

Kepala Tukang pada pengerjaan proyek penataan gedung MPP Sumakno membeberkan sejumlah kendala itu. Di antaranya adalah, ketersediaan barang seperti baja susah didapat. Kemudian proses pengelasan rangka bangunan juga terhambat, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan.

Meskipun pengerjaan pemasangan baja sudah hampir selesai atau 90 persen, namun karena adanya unit barang yang susah didapatkan di pasaran, membuat pengerjaan itu menjadi terhambat.

Makno menjelaskan, jenis baja yang dipakai pada bahan konstruksi bangunan itu adalah jenis baja ‘Blimbingan’ atau segi empat dan ketebalannya di atas satu milimeter yang mengharuskan pesan terlebih dahulu di pabrik, sesuai yang ditentukan di Rencana Anggaran Biaya atau RAB.

Sedangkan jenis baja yang banyak beredar di pasaran adalah jenis baja leter H, yang ketebalannya di bawah satu milimeter.

“Yang agak berat atap, karena atap itu kan prosesnya ada pengelasan, terkendala di hujan nggak bisa ngelas. Kalau atapnya sudah itu bisa mengejar. Selain itu baja, ini agak lambat, karena bahannya (Yang dipakai, red.) nggak sesuai yang ada di lapangan (Pasaran, red.),” jelasnya.

Atas sejumlah ketersendatan itu, Sumakno memastikan, pengerjaan proyek yang berlokasi dekat dengan Alun-alun Rembang itu bakal molor. Dirinya tidak bisa menduga molor sampai kapan, namun yang pasti tidak selesai tepat waktu.

Setidaknya hingga saat ini masih ada jenis pekerjaan yang belum tuntas, yakni pekerjaan pengecoran lantai tiga, pemasangan keramik dan atap.

Sementara itu, saat mataairradio.com meminta konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Joestinnarni selaku Pejabat Pembuat Komitmen atau PPKom pada proyek tersebut, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan respon.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Rembang, Agus Salim mengatakan, akan segera melakukan rapat koordinasi secara internal pada Senin (22/11/2021) besok, untuk membahas progres terkini pelaksanaan proyek penataan MPP.

Hal itu mengingat, dirinya merupakan pejabat baru sebagai Kepala DPKP Rembang, yang sebelumnya dijabat oleh Joestinnarni.

“Akan kami rapatkan besok hari Senin (22/11/2021). Kita akan undang semua pihak, untuk mengetahui progresnya seperti apa. Selebihnya nanti hasilnya seperti apa akan kita sampaikan,” tuturnya kepada mataairradio.com, pada Kamis (18/11/2021).

Berdasarkan data yang berhasil mataairradio.com himpun, proyek Penataan Mal Pelayanan Publik milik Pemkab Rembang dikerjakan oleh rekanan dari Semarang, CV. Arya Guna Wijaya dan konsultan pengawasnya CV. Multiline.

Nilai kotrak proyek tersebut sebesar Rp3.674.947.570,20. Dengan kontrak rentang waktu pengerjaan proyek selama 150 hari, mulai 23 Juli 2021 sampai 19 Desember 2021.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan