Ganjar Pranowo Ditahbiskan Sebagai Kesatria Tobelo

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:16 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima parang beserta salawaku, tanda untuk pengangkatan sebagi Kesatria Tobelo, Sabtu (16/10/2021). (Foto: mataairradio.com)

TOBELO, mataairradio.com – Ganjar Pranowo atau Gubernur Provinsi Jawa Tengah mendapatkan kehormatan dari Suku Tobelo. Kehormatan itu berupa ditahbiskannya Gubernur Ganjar sebagai salah satu Kesatria Tobelo.

Hal itu ditandai dengan pemberian Parang dan Salawaku kepada Ganjar Pranowo. Pemberian dua barang alat perang itu memiliki arti pengangkatan Ganjar sebagai Kesatria Tobelo.

Selain itu, Ganjar beserta sang istri Siti Atiqoh juga menerima penyambutan khusus dari para tetua Suku Tobelo. Yakni upacara You Yaihoro atau prosesi pencucian kaki.

Jesayas Banari, salah satu tetua Suku Tobelo menerangkan, You Yaihoro hanya diberikan pada orang-orang terpilih untuk dijadikan bagian dari keluarga Tobelo.

“Gunung dan tanjung-tanjung jadi saksi bagaimana mimpi kami tuntas. Laut dan selat bukan hambatan bahwa bapak (Ganjar) adalah keluarga kami. Siapapun yang sudah masuk ke Hibualamo tidak disediakan pintu keluar. Dan mulai saat ini bapak sudah ada di dalamnya,” kata Jesayas.

Hibualamo sendiri adalah rumah besar bagi Suku Tobelo. Ada 10 sub suku yang bernaung di sana, di bawah sebuah lembaga adat.

Jesayas mengaku tidak menyangka, hari ini, Sabtu (16/10/2021), sukunya melakukan upacara pencucian kaki atau pemberian kehormatan itu bakal diberikan kepada Ganjar dan istri.

“Beberapa waktu lalu anak-anak kami menyampaikan pakaian adat yang  sekarang bapak kenakan, itu adalah buatan tangan-tangan Tobelo.  Dan hari ini, entah karena tanda apa, bapak bisa hadir di tengah-tengah kami,” ujar Jesayas.

Ganjar sendiri mengaku, juga tak menyangka hari ini dirinya ditahbiskan sebagai warga Suku Tobelo.

Selama ini dirinya hanya memendam mimpi, kapan akan mendapat kesempatan mengunjungi Tobelo. Kota kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara yang masyhur dengan tambang emasnya itu.

Harapan Ganjar itu muncul setelah beberapa waktu lalu dirinya menerima tamu warga Halmahera Utara yang mengantarkan seperangkat busana adat Tobelo.

Dan kesempatan itu pun tampak menyata ketika Ganjar diundang menghadiri Seleksi Tilawatil Quran Nasional XXVI di Kota Sofifi, Maluku Utara.

Ganjar pun kemudian memutuskan untuk menyisihkan waktu tiga setengah jam untuk menempuh perjalanan dari Sofifi menuju Tobelo.

“Saya bersama istri merasa bangga bisa hadir di tengah panjenengan. Inilah cara Tuhan mempertemukan kita. Dan inilah cara kita merawat Indonesia,” katanya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan