Ganjar Berubah Nama Adipati Pranowojati saat ‘Ngetoprak’ di Solo

Rabu, 22 Desember 2021 | 14:05 WIB

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali beraksi di panggung sandiawara ketoprak, pada Selasa (21/12/2021) malam di Solo. (Foto: mataairradio.com/Humas Pemprov Jateng)


SOLO, mataairradio.com –
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali beraksi di panggung ketoprak. Selasa (21/12/2021) malam, Ganjar berhasil membuat para pengunjung di Taman Balekambang Solo, termasuk Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka tertawa ger-geran.

Ganjar memang menjadi salah satu bintang tamu dalam ketoprak dengan lakon Taman Mancawarna. Selain Ganjar, beberapa bintang tamu lain juga diundang, diantaranya Reisa Broto Asmoro, Jubir Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid-19. Ganjar dan Reisa beradu akting dengan seniman-seniman ketoprak lokal Solo Raya. 

Tampil pada segmen ketiga, Ganjar yang berperan sebagai Adipati Pranowojati mengajak warga urun rembug untuk menghidupkan kembali Taman Sari Mancawarna. Sejumlah warga sepakat, namun ada beberapa warga yang menolak. Salah satunya Suro Lewung.

“Ora iso, pokoke ora intuk ditandhuri (tidak bisa, pokoknya tidak bisa ditanami). Iki wis dadhi wasiat leluhur,” kata Suro Lewung.

Warga lain beradu mulut dengan Suro Lewung. Adu mulut cukup panas, sehingga Ganjar menengahi.

“Wis, nek ono rembug dirembug. Ojo do crah, (kalau ada yang bisa dibicarakan, dibicarakan baik-baik, jangan bertengkar),” kata Ganjar.

Suro Lewung tetap saja menolak. Ia bahkan menantang semua warga yang ada, dan memaksakan taman tetap seperti semula. Ia juga mengatakan, tidak boleh taman ditanami apapun selain pohon randu.

“Wis angel iki, angel wis angel. Mas Gibran, tolong diundangke Satpol PP. Iki nek ora iso dirembug, ketoprake tak bubarke (kalau tidak bisa dirembug ketoprak akan saya bubarkan),” canda Ganjar yang membuat para penonton tertawa. 

Saat adegan itulah, mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo datang. Secara spontan, Ganjar langsung memanggil Rudy naik ke atas panggung.

“Nek angel tak undangke pak Rudy lho (kalau susah saya panggil pak Rudy). Pak Rudy kui galine Solo (Pak Rudy premannya Solo), Brengose medheni (brewoknya menakutkan). Pak Rudy, mrene pak munggah,” panggil Ganjar pada Rudy.

Rudy yang tidak siap apa-apa cukup terkejut. Akhirnya, ia naik ke atas panggung dan mencoba melerai pertikaian warga. Bahkan ketika ketegangan belum juga surut, Ganjar menyopot sandalnya dan diberikan ke Rudy. Aksi itu jelas langsung membuat seisi penonton terpingkal-pingkal.

Ditemui usai acara, Ganjar mengatakan memang tidak diberitahu skrip acaranya. Bahkan dia juga secara spontan mengundang Rudy naik ke atas panggung saat diminta memberikan pesan-pesan pada masyarakat.

“Kebetulan pak Rudy datang. Sebetulnya pak Rudy juga diajak main, tapi karena ada acara, beliau datang terlambat. Jadi justru pas, kita ajak langsung naik ke atas panggung. Namanya juga amatir, yang penting pesannya sampai ke masyarakat,” ucapnya.

Dan Ganjar melihat Rudy begitu menjiwai. Meski dadakan, namun ia bisa tampil maksimal.

“Pak Rudy menjiwai betul. Sama, ya di darat, di panggung ternyata beliau sama. Luar biasa pak Rudy,” pungkasnya. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan