Ganjar Ajak Pejabat di Rembang Optimalkan Kanal Komunikasi

Kamis, 5 November 2015 | 17:08 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdialog dengan para pejabat dari berbagai tingkatan di Rembang, Kamis (5/11/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdialog dengan para pejabat dari berbagai tingkatan di Rembang, Kamis (5/11/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak pejabat dari berbagai tingkatan mulai kabupaten hingga desa di Rembang untuk mengoptimalkan kanal komunikasi guna memudahkan interaksi dengan masyarakat.

Menurut Ganjar, kanal komunikasi itu bisa berupa layanan pesan singkat atau pemanfaatan situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Ia pun sempat menunjukkan beberapa laporan masyarakat yang masuk melalui akun twitter-nya di @ganjarpranowo, yang kemudian segera diresponnya.

“Mbok ya o, teknologi informasine diengge. Donyane sampun maju. Nek sagete SMS, diumumke; warga Rembang nek panjenengan wonten masalah, SMS-en ting nomer niki nggih. Sing seneng facebook, lewat facebook entuk. Melu gubernure, lewat twitter,” katanya dalam bahasa jawa.

Gubernur sempat menyentil perangkat komunikasi atau gadget canggih milik beberapa pejabat di Rembang, yang dipergunakan tidak optimal atau hanya dipakai untuk telepon dan SMS. Dengan mengoptimalkan kanal komunikasi, menurutnya, masyarakat akan bisa terlayani secara cepat.

Apalagi jika laporan masyarakat via media sosial itu disertai dengan gambar lapangan terkini, maka akan membuat SKPD terkait, bisa melihat kondisi termutakhir dari wilayah setempat. Ganjar menyebut, caranya itu sebagai jalan untuk melihat keadaan Jawa Tengah secara terbarukan.

“Saget ngangge gadget nggih? Soale kadang gadget-e canggih, mung diengge telepon lan SMS. Ini carane Ganjar, piye ndelok kahanan Jawa Tengah. Dilaporkan ana fotone. Ora narsis. Dadi cepet. Iki nyambut gawe,” tandasnya.

Pada kunjungannya Kamis (5/11/2015) ini di Rembang, Ganjar berdialog dengan bahasa jawa dan hampir seluruh hadirin mengenakan baju batik. Dia sempat menyaring beberapa keluh kesah mulai dari pejabat kabupaten, pejabat desa, dan tokoh agama.

Dari pihak pejabat kabupaten misalnya, persoalan ketakutan menjalankan kebijakan karena ancaman jerat hukum, dilontarkan. Menurut Ganjar tak perlu takut, jika kebijakan sudah dilakukan secara benar. Apalagi tiap temuan tidak mesti langsung dibawa ke ranah hukum, tapi diklarifikasi dulu.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan