Enam Kabupaten Matangkan Paket Wisata Pakujembara

Senin, 20 April 2015 | 15:47 WIB
Salah satu stan Pakujembara di kompleks makam RA Kartini, Kecamatan Bulu, Senin (20/4/2015) pagi. (Foto: mataairradio)

Salah satu stan Pakujembara di kompleks makam RA Kartini wilayah Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang, Senin (20/4/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Enam kabupaten dalam bingkai Pakujembara atau Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang, dan Blora sedang mematangkan konsep utuh paket wisata. Paket tersebut untuk menyongsong kunjungan wisata yang cenderung meningkat akhir-akhir ini.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Totok Riyanto mengatakan, kunci pematangan ini terletak pada pemberdayaan masyarakat.

“Gelar potensi Pakujembara, menjadi salah satu wujud mendorong pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Even promosi dan festival yang digelar di kompleks Makam Kartini di Bulu, Rembang, Senin (20/4/2015) pagi, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan peningkatan peran masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan.

“Acara tersebut penting untuk membangun jejaring pembangunan wisata,” tandasnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz melalui Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sunarto menambahkan, gelar potensi memang berarti penting untuk peningkatan pemasaran wisata.

“Selain itu juga untuk memperkuat inisiatif kerjasama antardaerah di wilayah Pakujembara,” katanya.

Sebagai tuan rumah, Bupati berharap agar pertemuan tersebut menjadi wahana untuk meningkatkan kapasitas dalam mengenalkan pariwisata berbasis nilai budaya yang harus dimiliki oleh setiap pengelola objek wisata.

“Ajang ini merupakan media pemahaman dan harmonisasi konsep wisata,” tegasnya.

Pemkab Rembang meyakini, jika pembangunan kepariwisataan dilakukan secara benar, maka ekonomi akan tumbuh secara merata melalui peluang usaha yang sama.

“Pembangunan kepariwisataan perlu dilakukan dengan tetap melindungi nilai agama dan budaya serta mutu lingkungan,” ujarnya mewanti-wanti.

Di acara itu, Rembang menampilkan kerajinan batu akik dan batik tulis lasem. Sementara Blora tampil dengan produk kaos samin dan mebel. Jepara masih memamerkan tenun troso. Demak mengenalkan beras organik, sedangkan Kudus dan Pati sama-sama memamerkan produk kopi asli daerah itu.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan