Konsumen Elpiji 12 Kilogram Migrasi, Kartu Kendali Diketati

Sabtu, 4 Januari 2014 | 16:19 WIB
Sugiyanto, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang. (Foto:Puji)

Sugiyanto, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram disikapi oleh sebagian konsumen di Kabupaten Rembang dengan migrasi konsumsi ke elpiji bersubsidi kemasan tiga kilogram. Di pasaran kabupaten ini, harga elpiji 12 kilogram yang sebelumnya hanya Rp85.000 naik menjadi hingga Rp135.000 per tabung.

Kepala Bidang Gas dan Energi pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Rembang Imam Teguh Susatyo membenarkan adanya tren migrasi konsumsi elpiji. Agar konsumsi elpiji bersubsidi tak membengkak, dia meminta para pengecer hanya melayani konsumen yang sudah menjadi pelanggannya.

Menurutnya, penggunaan kartu kendali di tingkat pengecer juga perlu terus dipantau dan diperketat. Menyikapi kenaikan harga elpiji 12 kilogram, pihaknya sudah mengusulkan kenaikan pasokan sebesar 10 persen atau menjadi 3,7 juta tabung pada tahun ini.

Soal antisipasi praktik menyuntikkan gas dari tabung tiga kilogram ke 12 kilogram, pihaknya akan menggiatkan pengawasan ke lima agen elpiji serta setiap pangkalan. Hanya dia mengklaim, selama ini belum ada kasus demikian di Kabupaten Rembang.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Rembang Sugiyanto menyebutkan, distribusi elpiji bersubsidi di tingkat agen ataupun pangkalan sejauh ini masih aman. Sejak harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram diputuskan naik per 1 Januari 2014, belum terjadi kelangkaan elpiji bersubsidi di daerah ini.

Dia pun mengamini, Pertamina per 1 Januari 2014 menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kilogram sebesar 68 persen. Kenaikan harga ditempuh guna menekan kerugian bisnis elpiji 12 kilogram yang rata-rata Rp6 triliun per tahun.

Menurut Sugiyanto, pengajuan tambahan pasokan elpiji tabung tiga kilogram untuk kabupaten seperti Rembang diperlukan, sembari melakukan pengetatan distribusi. Pihak Bidang Perdagangan secepatnya akan melakukan operasi di lapangan untuk menekan kemungkinan penyimpangan distribusi elpiji bersubsidi.

Harsono, pemilik agen elpiji bersubsidi PT Lintang Sekar Widuri Utama mengatakan, setelah harga elpiji 12 kilogram diumumkan naik, para pemilik pangkalan sudah disuratinya agar lebih menertibkan pengecer. Selain konsumen rumah tangga dan usaha kecil, para pengecer juga menjadi pelanggan dari para pemilik pangkalan.

Harsono mengungkapkan, perusahaannya memiliki 64 pangkalan yang tersebar di Kabupaten Rembang. Kuota yang diberikan Pertamina sebanyak 1.802 tabung per hari. PT Pertamina ketika rapat koordinasi dengan para agen di Blora pada Desember lalu, sudah meminta agar penjualan elpiji dipantau ketat. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan