Eksplorasi Migas Krikilan Selesai dengan Hasil Memuaskan

Senin, 9 Januari 2017 | 17:10 WIB

General Manager Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting Abdul Mutalib Masdar memaparkan ekplorasi migas di Blok Randugunting saat ghatering dengan wartawan, Kamis (6/10/2016) malam. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Proyek eksplorasi minyak dan gas oleh pihak Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting di Krikilan Kecamatan Sumber dinyatakan sudah selesai dengan hasil yang terbilang memuaskan.

Menurut Pimpinan Proyek Ekplorasi Randugunting-2 Rico M Putra kepada mataairradio.com, Senin (9/1/2017) sore, hasil eksplorasi itu akan dievaluasi dan pada saatnya akan dipaparkan kepada manajemen Pertamina di Jakarta.

“Saat ini pengeboran sumur sudah selesai. Proyek juga sudah selesai. Hasil ada, tapi dievaluasi dulu di Jakarta. Secara umum pencapaian lebih dari yang ditargetkan. Kami tidak bisa menyampaikan secara detail,” ujarnya via telepon.

Ia menegaskan, jika pada Ekplorasi Randugunting-1 pernah ditemukan kandungan hidrokarbon di Krikilan dengan gas sebesar 5,2 MMSCFD dan minyak sebanyak 10 BCPD, maka pada eksplorasi kedua, kandungannya jauh lebih besar.

“Setelah eksplorasi ini dan evaluasi nantinya, untuk memutuskan apakah akan dilanjutkan ke tahap produksi atau tidak, masih harus dilakukan kajian lagi, termasuk apakah akan ngebor sumur lagi atau tidak,” paparnya.

Seiring dengan selesainya eksplorasi, pihak PHE Randugunting-2, akan mulai menarik alat-alat berat yang sempat didatangkan. Tentang apakah seluruh peralatan akan ditarik secara seluruhnya atau tidak, menanti kajian dari Pertamina.

“Kajian nanti juga termasuk apakah kami harus meninggal sebagian peralatan atau apakah harus menarik keseluruhan peralatan dari lokasi eksplorasi. Saat ini, beberapa peralatan sudah mulai ditarik dari Krikilan,” tegasnya.

Rico juga menuturkan, hasil eksplorasi secara umum sudah disampaikan General Manager PHE Randugunting Abdul Mutalib Masdar kepada Bupati Rembang Abdul Hafidz, Jumat (6/1/2017).

“Intinya disampaikan bahwa kalau ada kandungan besar gas, maka industri potensial bisa memanfaatkannya dengan investasi di Rembang. Bisa pabrik pupuk, cat, dan pembangkit listrik tenaga gas serta industri potensial lainnya, silakan cari,” katanya.

Proyek Eksplorasi Migas Randugunting-2 di Desa Krikilan Kecamatan Sumber disebut oleh General Manager PHE Randugunting Abdul Mutalib sebagai pertaruhan terakhir dari anak perusahaan Pertamina ini di Blok Randugunting.

Sebab eksplorasi pernah dilakukan di Kabupaten Blora, tetapi dari empat sumur, hanya satu sumur yang terdapat kandungan hidrokarbon. Itu pun tidak memenuhi nilai ekonomi, sehingga tidak dilanjutkan ke tahap produksi.

Eksplorasi di Krikilan sempat terkendala oleh cuaca. Pengeboran yang sedianya dijadwalkan pada 15 November tertunda menjadi baru tanggal 21 November karena hujan deras turun dengan intensitas sering, bahkan sempat terjadi banjir bandang. Namun secara keseluruhan, pihak PHE Randugunting menilai lancar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan