Dua Rumah dan Puluhan Pohon Terdampak Pelebaran Ruas Sulang-Banyuurip

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:17 WIB

Pengerjaan Proyek Pelebaran Jalur Sulang-Banyuurip, yang menelan dana dari Bankeu Provinsi sebesar Rp6.095 Miliar. (Foto: mataairradio.com)

 

SULANG, mataairradio.com – Dua rumah dan sebanyak 20 batang pohon di sekitar jalur Sulang-Banyuurip terkena imbas pelaksanaan proyek pelebaran jalan.

Dua unit rumah yang terdampak itu terpaksa dibongkar sebagian terasnya, karena dinilai berdiri di ruang milik jalan Sulang-Banyuurip.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang Nugroho Tri Hutomo menerangkan, dalam pengerjaan proyek akan ada pemasangan beton U-Ditch yang kebetulan berada pada titik sebagian teras milik dua rumah warga.

“Kebetulan identifikasi kami itu, ada dua bangunan milik warga yang harus kita bongkar karena kebetulan bangunan tersebut berada di ruang milik jalan kami. Ini karena harus ada U-Ditch yang dipasang di sana. Ya dua teras rumah warga,” jelasnya.

Perihal itu, Nugroho menerangkan, pihak DPUTARU sudah melakukan sosialisasi di Kantor Kecamatan Sulang, untuk memberitahu warga agar bersiap-siap.

Ia mengungkapkan, dua rumah milik warga yang kena bongkar itu berada di STA (Stasioning) atau penempatan awal, antara perempatan Sulang sampai jembatan.

“Kemarin kita sudah lakukan sosialisasi di kecamatan kita menyampaikan rencana (Proyek, red.), sudah tiga minggu yang lalu. (Dua rumah) yang di STA awal, antara perempatan Sulang sampai jembatan,” terangnya kepada mataairradio.com.

Nugroho menambahkan, selain membongkar sebagian teras dua rumah milik warga, adanya proyek pelebaran jalur Sulang-Banyuurip juga membuat sejumlah pohon harus ditebang.

Terdapat 20 batang pohon dengan diameter di atas 30 sentimeter yang terpaksa dipangkas untuk pelebaran jalan.

Namun, setelah pengerjaan proyek pelebaran jalan selesai, pihak rekanan diminta untuk mengganti pohon yang ditebang.

Ketentuannya satu batang pohon diganti dengan 100 batang bibit pohon dan ditanam di sepanjang jalur Sulang-Banyuurip.

“Kemudian ada 20 pohon yang kita tebang, yang diameternya lebih dari 30 senti. Kalau di lapangan lebih banyak dari itu, ya mungkin yang diameter kecil kurang dari 30 senti. Nanti ada penggantian, kita minta ganti satu pohonnya 100 pohon,” imbuhnya.

Di samping teras dua rumah warga dan pohon, proyek ini juga akan menggeser sejumlah utilitas umum seperti tiang milik telkom.

Ada sebanyak 45 tiang milik telkom yang berdiri di sisi utara jalan, sehingga perlu dipindah ke sebelah selatan atau lebih ke utaranya lagi.

“Selain itu ada utilitas umum tiang milik telkom di utara jalan kita geser ke selatan atau kita geser ke lebih utara lagi. Ada 45 tiang yang harus digeser,” pungkasnya.

Sementara itu, pemenang tender proyek pelebaran jalan Sulang-Banyuurip yakni CV.Cipta Usaha dari Banjarnegara.

Penyedia jasa ini diberikan tenggang waktu 105 hari untuk merampungkan pekerjaan, atau sampai 29 Desember 2021.

Nilai kontrak proyek ini senilai Rp6.095.291.089,81. Dibiayai dari dana bantuan keuangan provinsi tahun 2021.

 

Penuli: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan