Dinpendukcapil Pilih-pilih Terbitkan Surat Keterangan e-KTP

Kamis, 4 Juni 2015 | 17:07 WIB
Ilustrasi E-KTP (Foto:edorusyanto.files.wordpress.com)

Ilustrasi E-KTP (Foto:edorusyanto.files.wordpress.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Rembang pilih-pilih dalam melayani permohonan surat keterangan pengganti sementara blanko e-KTP yang habis per 1 Juni kemarin.

Dinpendukcapil hanya melayani permohonan surat keterangan yang mendesak, sedangkan yang tidak, disarankan bertahan dengan KTP reguler atau biasa.

“Permohonan yang mendesak, misalnya untuk pengurusan paspor, hak waris, dan perbankan,” terang Kepala Dinpendukcapil Rembang HM Daenuri.

Sementara yang tidak mendesak, misalnya perubahan alamat RT atau pencantuman golongan darah, dan tidak sedang dibutuhkan untuk keperluan apa-apa. Surat keterangan itu persis e-KTP, tetapi dicetak pada kertas biasa.

“Jika pun difotokopi, bentuknya juga sebagaimana salinan e-KTP,” ujarnya.

Daenuri menyebutkan, dalam sehari sejak blanko e-KTP habis Senin (1/6/2015) kemarin, rata-rata ada 50-100 pemohon surat keterangan.

Dia membantah dianggap pilih-pilih melayani permohonan surat keterangan pengganti sementara e-KTP, meski ada belasan permohonan yang ditolak.

“Sebab, Dinpendukcapil pada akhirnya tetap mengikuti keinginan pemohon yang memenuhi ketentuan. Kami sekadar menyarankan agar jika tidak begitu mendesak, bisa tetap menggunakan KTP biasa, karena masih bisa digunakan,” jelasnya.

Lagi pula, semua dinas instansi juga sudah diminta memaklumi kondisi ini.

Sementara itu tentang nasib 150.000 keping blanko e-KTP yang sedianya dikucurkan untuk Jawa Tengah, Daenuri meralat keterangan sebelumnya. Sebab, ternyata Jawa Tengah hanya mendapat jatah sekitar 36.000 keping.

“Jika pun dibagi berdasar geografis, Rembang mungkin hanya dapat kurang dari 1.000,” bebernya

Dinpendukcapil Rembang berencana mengambil jatah blanko e-KTP ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 10 Juni atau Rabu pekan depan.

“Kami tak berharap, persoalan tentang ketersediaan blanko e-KTP, terus berlarut,” imbuhnya.

Apalagi di Rembang, ada sekitar 25.000 penduduk yang belum mengantongi e-KTP. Kebanyakan mereka sudah memiliki KTP reguler tetapi bagaimanapun blanko itu diperlukan bagi mereka yang baru akan memiliki kartu tanda penduduk.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan