Dibikinkan Los Baru, Pedagang Pasar Dipungut Sejutaan

Kamis, 16 Juli 2015 | 16:22 WIB
Pedagang di depan los baru eks Kantor BKK Pasar Kota Rembang, Kamis (16/7/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Pedagang di depan los baru eks Kantor BKK Pasar Kota Rembang, Kamis (16/7/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Puluhan pedagang yang awalnya berjualan di tepi luar Pasar Rembang dibikinkan los baru yang merupakan bekas kantor BKK Pasar Kota.

Sebagian dari mereka pun kini telah dibuatkan kartu tanda pedagang atau kartadag oleh pihak pengelola pasar. Tetapi mereka mengaku tak mendapatkan los itu secara gratis alias dipungut sejutaan per pedagang untuk per meter persegi los.

Jamin, pedagang bumbu dapur asal Desa Kedungrejo Kecamatan Rembang mengaku membayar Rp6,6 juta atau Rp1,1juta per meter persegi los. Tetapi dia tak menyoal karena merasa terbantu.

“Lima tahun saya jualan lesehan di tepi luar pasar. Jadi terbantu ketika ada los begini, meski saya bayar Rp6,6 juta. Per meter perseginya Rp1,1 juta untuk yang sudah ber-kartadag. Yang belum Rp1,2juta per meter persegi,” ujarnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz yang menginspeksi los baru di pasar tersebut menyebutkan, pembangunan los di bekas kantor BKK Pasar Kota merupakan inisiasi pedagang.

“Pedagang berswadaya membangun los baru, sedangkan Pemkab sebatas menyetujui. Los ini bersifat sementara dan bisa dibongkar sewaktu-waktu kalau nanti Pemkab mau membangun pasar,” tandasnya.

Menurut Hafidz yang terjun ke Pasar Rembang, Kamis (16/7/2015) pagi, pihaknya kasihan dengan pedagang yang selama ini berjualan di tepi luar pasar. Ia menganggap, jika keberadaan mereka tidak disikapi, akan terjadi persoalan berupa ketegangan dengan pedagang yang berjualan di areal dalam.

“Kan pernah, ada keributan antara pedagang yang di dalam dengan yang di luar. Jadi ini mesti kita sikapi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Rembang Muntoha menjelaskan, pembuatan los baru merupakan inisiatif pedagang yang dikoordinasi oleh ikatan pedagang pasar.

“Soal pungutan, itu memang kesepakatan pedagang sendiri,” jelasnya.

Pihaknya hanya memfasilitasi kartadag, tetapi sejauh ini memang belum semua pedagang alias baru sekitar 39 orang. Dia membenarkan pula, los itu hanya bersifat sementara.

“Artinya, jika suatu saat pasar ditata oleh Pemkab, mereka harus legawa kalau losnya dibongkar. Tetapi mereka yang berkartadag tetap bisa berjualan di lokasi semula,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan