Datang ke Jateng, Apolo Safanpo Minta Ganjar Hadir di Papua

Selasa, 28 September 2021 | 06:14 WIB

Rektor Universitas Cendrawasih Papua Apolo Safanpo saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada Senin (27/9/2021) malam, di rumah dinas gubernur setempat. (Foto: mataairradio.com)

 

SEMARANG, matairradio.com – Rektor Universitas Cendrawasih Papua, Apolo Safanpo mendatangi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada Senin (27/9/2021) malam, di rumah dinas gubernur setempat.

Pada kesempatan itu Apolo memberikan kain batik bermotif burung Cendrawasih kepada Ganjar.

Kedatangan Apolo juga sekaligus untuk mengundang Gubernur Ganjar supaya ikut hadir dalam pembukaan PON Papua XX pada 2 Oktober mendatang.

“Pertama, pada saat ini Provinsi Papua sedang menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON XX tahun 2021. Sehingga kami mengundang beliau untuk bisa hadir pada saat pembukaan PON besok,” ujarnya.

Dalam persuaan itu, Apolo mengaku sempat berdiskusi banyak hal dengan Ganjar. Salah satunya terkait dengan pendidikan serta kondisi perkuliahan di Uncen selama pandemi.

Selain itu, kedatangan Rektor Uncen tersebut, secara khusus untuk meminta Ganjar supaya menyempatkan diri memberikan kuliah umum kepada mahasiswanya.

“Sekaligus meminta beliau, apabila beliau punya waktu yang sangat cukup selama di Jayapura bisa berikan kuliah umum di Universitas Cendrawasih,” tuturnya.

Saat berpamitan, Apolo memberikan sepasang batik motif Burung Cendrawasih, dengan harapan batik tersebut dikenakan Ganjar ketika nantinya hadir di pembukaan PON Papua XX.

“Kami memberikan batik papua untuk beliau. Apabila nanti beliau berkenan hadir di pembukaan PON XX di Papua, ataupun di kampus universitas cendrawasih supaya bisa menggunakan batik papua,” harapnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasi kepada Rektor Uncen yang secara khusus mengundangnya hadir ke Papua.

Ia pun kemudian membalas pemberian cinderamata dengan memberi Apolo sebuah kain batik lurik asli dari Kabupaten Klaten.

“Saya punya (kain batik) lurik dari Klaten. Jadi mereka didesain lebih modern. Nanti kalau dibikin baju, ini luriknya kalau yang dipakai baju adat itu kan masih kasar, sekarang sudah bisa tenun jadi jauh lebih bagus. Ini buat pak Rektor bisa jahit sendiri,” kata Ganjar.

 

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan