Curah Hujan Rendah Sendat Penanaman 26.000 Hektare

Kamis, 7 Januari 2016 | 16:25 WIB
Rapat koordinasi upaya khusus peningkatan padi, jagung, dan kedelai Tahun 2016. di Aula Kantor Dintanhut Rembang, Kamis (7/1/2016) pagi. (Foto: Bagian Humas Setda Rembang)

Rapat koordinasi upaya khusus peningkatan padi, jagung, dan kedelai Tahun 2016. di Aula Kantor Dintanhut Rembang, Kamis (7/1/2016) pagi. (Foto: Bagian Humas Setda Rembang)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tingkat curah hujan yang rendah di Kabupaten Rembang menyendat penanaman padi pada 26.000 hektare lahan di daerah ini.

Menurut prakiraan BMKG yang diterima dinas pertanian dan kehutanan setempat, tingkat curah hujan bulan ini masih 150 milimeter.

Kepala Distanhut Rembang Suratmin mengatakan, guna memulai tanam padi, tingkat curah hujan idealnya mencapai 250 milimeter.

Sementara di bulan Februari nanti saja, tingkat curah hujan diprakirakan masih akan sekitar 200 milimeter.

“Kami rutin dikirimi ramalan cuaca dari BMKG,” ujarnya kepada reporter mataairradio.

Suratmin menyebutkan, rasio lahan yang kini sudah ditanami padi, susut 50 persen ketimbang musim tanam pertama tahun lalu.

Periode Oktober-Desember 2014, sudah 20.000 hektare yang ditanami, tapi di periode yang sama 2015, baru 10.098 hektare.

Padahal, targetnya 36.000 hektare.

Selain faktor cuaca, menurut kepala dinas, tidak ada kendala lain yang menyendat. Disebutkannya, bantuan traktor dan benih sudah dikucurkan.

“Kami juga sudah membuat rekomendasi penyaluran pupuk ke PT Petrokimia Gresik, sebelum SK Bupati turun, agar petani tidak kerepotan pada saatnya,” tandasnya.

Sementara itu, Dani, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) di wilayah Kecamatan Kaliori mengakui, ketersediaan air di Rembang menjadi kendala petani ketika hendak memulai tanam padi di musim pertama.

Menurutnya, saat ini persemaian padi petani mulai kering.

Ia mengaku kerap kikuk ketika melaporkan progres tanam padi ke pusat layanan SMS atau SMS centre Kementerian Pertanian yang mengendalikan upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai.

Kikuknya soal kekeringan yang menyendat tanam padi, padahal di daerah lain tidak.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan