Cuaca Laut Membaik, 20 Kapal Meluncur Pulang

Sabtu, 4 Januari 2014 | 16:24 WIB
Kapal nelayan Rembang

Kapal nelayan Rembang

REMBANG, MataAirRadio.net – Pos Angkatan Laut atau Posal Rembang mencatat sebanyak 20 kapal nelayan meluncur pulang dari melaut menangkap ikan, dan telah bongkar muat dalam dua hari ini. Cuaca laut disebut mulai membaik dalam dua hari terakhir, sehingga mereka yang kapalnya sudah hampir sarat tangkapan, memutuskan pulang.

Komandan Posal Rembang Letda Hartono menyebutkan, dari pantauan intensif terhadap para nelayan via sambungan radio, ketinggian ombak hanya 1-1,5 meter. Ketinggian ini lebih rendah, jika dibandingkan pada minggu terakhir Desember lalu yang mencapai tiga meter.

Menurut Danpos, karena cuaca membaik, sebagian nelayan sudah berani sesekali melakukan tawur atau menangkap ikan. Hanya saja, mereka tidak berani jauh dari pulau kecil. Sebab, begitu cuaca ekstrem kembali terjadi, mereka segera berlindung lagi di pulau terdekat. Secara jumlah kapal yang berlindung, hanya tinggal belasan.

Letda Hartono juga mengatakan, sebagian kapal yang sudah sandar, memilih meluncur ke Juana untuk tidak lagi melakukan pelayaran karena butuh perawatan dan perbaikan mesin. Menurutnya, mereka yang luncuran pulang mayoritas sudah membawa hasil tangkapan yang memadai.

Pihak Posal Rembang mengingatkan, kapal nelayan yang hendak pulang disarankan untuk berbarengan minimal tiga kapal alias tidak sendiri-sendiri. Langkah ini agar jika terjadi sesuatu dalam perjalanan, koordinasi antarkapal menjadi lebih mudah.

Dia membenarkan, setiap kali pihaknya melakukan pemantauan kondisi nelayan di lautan. Biasanya setiap pagi, siang, dan sore hari. Pihaknya menginformasikan kondisi cuaca terkini kepada nelayan, sebelum memutuskan kembali ke Rembang.

Kepala TPI Tasikagung Tukimin mengakui, cuaca laut mulai membaik pada dua hari terakhir. Selain banyak kapal yang tiba di persandaran dan lelang hasil tangkapan, ada juga yang sudah mulai berani melaut. Namun yang tiba, rata-rata adalah kapal cantrang dan lelang di TPI Satu atau TPI yang lelang pada pagi hari. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan