Isu Pelicin Pemberkasan CPNS K-2 Menyeruak di Rembang

Jumat, 14 Maret 2014 | 16:32 WIB
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Rembang Suparmin. (Foto Pujianto)

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Rembang Suparmin. (Foto Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sebanyak 201 orang tenaga honorer kategori kedua (K-2) di Kabupaten Rembang dibayangi isu uang pelicin untuk mempercepat pemberkasan setelah lolos seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Kabar yang berkembang, mereka dimintai uang hingga puluhan juta rupiah oleh seseorang yang mengaku bisa memuluskan proses pemberkasan mereka.

Sebagian dari mereka yang tidak percaya mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang, setidaknya hingga Jumat (14/3) siang. Mereka mengkroscek kebenaran isu tersebut dengan menanyakan langsung kepada pihak BKD.

Kepala BKD Kabupaten Rembang Suparmin mengonfirmasi banyaknya honorer yang lolos seleksi CPNS, datang untuk klarifikasi. Menanggapi hal itu, pihaknya memastikan tidak ada pungutan bagi mereka untuk pemberkasan. Menurutnya, belum ada kabar soal pemberkasan karena persetujuan formasi dari BKN saja belum turun. Dia mengatakan, pemberkasan merupakan langkah lanjut bagi seorang CPNS.

Suparmin juga menjelaskan, nantinya setelah formasi dari BKN turun, BKD akan meminta tenaga honorer kategori kedua yang lolos CPNS, untuk mengumpulkan persyaratan pemberkasan. Sekali lagi, tidak ada uang pelicin terkait pemberkasan. Oleh karena itu, dia berharap pernyataannya ini bisa menepis isu yang berkembang di masyarakat.

Meski isu suap dalam pemberkasan menyeruak, Suparmin mengaku belum perlu hingga membuat surat edaran atau berkirim SMS berantai kepada calon PNS. Pihaknya menyatakan cukup menekankan tidak adanya pungutan terkait pemberkasan melalui rapat koordinasi di internal SKPD.

Selain belum mendapat kepastian mengenai formasi dan waktu pemberkasan, pihak BKD Kabupaten Rembang juga belum menerima keterangan pasti dari Badan Kepegawaian Negara mengenai nasib tenaga honorer kategori dua yang tidak lolos seleksi. Ada 335 orang tenaga honorer K-2 yang gagal seleksi CPNS di tahun ini.

Tenaga honorer K-2 adalah tenaga yang penghasilannya tidak dibiayai dari APBN/APBD, namun diangkat oleh pejabat berwenang. Mereka bekerja di instansi pemerintah dengan masa kerja minimal satu tahun pada 31 Desember 2005. Namun, usianya mencapai 19 tahun atau tidak lebih dari 46 tahun pada 1 Januari 2006.

Wakil Bupati Rembang, Abdul Hafidz juga mengaku menerima cukup banyak SMS, terkait masalah pemberkasan. Dia menegaskan tenaga honorer K-2 tidak akan ditarik biaya, karena semuanya ditanggung oleh pemerintah. Apabila ada seseorang mengaku bisa memfasilitasi maupun mempercepat pemberkasan, dengan meminta uang pelicin, lebih baik ditolak. (Pujianto)




One comment
  1. lastri

    Maret 15, 2014 at 6:54 pm

    sudah menjadi rahasia bagaimana kelakuan orang-orang BKD dan pekatik-pekatik penguasa REMBANG. semua serba uang!!!!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan