Chikungunya Serang Rembang

Jumat, 17 Januari 2014 | 15:30 WIB
Aedes aegypti merupakan penyebab chikungunya. (Foto:id.wikipedia.org)

Aedes aegypti merupakan penyebab chikungunya. (Foto:id.wikipedia.org)

SARANG, MataAirRadio.net – Demam tulang atau chikunguya dilaporkan menyerang sejumlah warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Rembang. Serangan berpotensi meluas seiring berlangsungnya musim penghujan.

Setidaknya beberapa warga di Kecamatan Sarang, Pamotan, dan Sumber terkena penyakit yang disebabkan alphavirus dari nyamuk Aedes Aegypti itu. Tidak hanya anak-anak yang diserang, tetapi juga remaja dan dewasa. Menurut warga, chikungunya mulai menyerang sejak dua pekan terakhir.

Beberapa penderita sempat dibawa ke puskesmas dan dokter untuk mendapat pengobatan. Hasan, warga Desa Kalipang Kecamatan Sarang mengaku divonis diserang demam tulang begitu memeriksakan diri ke dokter. Jumat (17/1) pagi, dia sudah dalam pemulihan kesehatan.

Awalnya dia mengalami demam tinggi dan diikuti nyeri pada persendian sehingga sulit digerakkan dan terasa lumpuh. Saat berobat, ada juga warga dari desa lain di Kecamatan Sarang yang diserang penyakit serupa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii mengatakan, demam tulang merupakan bahasa awam dari chikungunya. Penyakit ini akibat alphavirus dari nyamuk Aedes Aegypti.

Terkait dengan kasus chikungunya, Ali mengakui memang akhir-akhir ini meningkat. Dia menjelaskan, peningkatan kasus demam tulang itu berkaitan dengan curah hujan yang tinggi pada belakangan ini. Ali menyebut, chikungunya dilaporkan ada di setiap kecamatan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya sudah melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) melalui gerakan 3M; menguras bak air secara rutin, mengubur barang bekas, dan menutup tempat penampung air. Fogging atau pengasapan akan juga dilakukan bila diperlukan.

Pihak Dinas Kesehatan menambahkan, nyamuk penyebab chikungunya paling suka bersembunyi di rumpun bambu dan semak-semak yang jarang dibabat oleh warga. Ali mengaku akan mengupayakan pengasapan pada daerah yang demikian, dengan diimbangi pemberantasan dari kalangan warga. (Pujianto)




One comment
  1. Primordia Adinda Balqis

    Januari 17, 2014 at 4:45 pm

    Ayo bersihkan lingkungan kita dari jentik-jentik Aedes !! Putus rantai hidup nyamuk dengan selalu melakukan 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, mengubur barang2 bekas) minimal 1 minggu sekali + lindungi diri kita dari gigitan nyamuk dengan memakai kelambu/lotion anti nyamuk/obat nyamuk. Jangan biarkan jentik2 nyamuk berkembang menjadi nyamuk dewasa dan menularkan penyakit DBD & Chikungunya.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan