Bupati Hafidz Bantah Telah Intimidasi E-Warung

Jumat, 29 Januari 2021 | 15:09 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz yang juga calon bupati pada Pilkada Desember 2020 lalu, saat memberikan klarifikasi kepada Komisioner Bawaslu Rembang, Kamis (28/01/2021) siang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafizd yang juga calon bupati pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu, membantah telah melakukan intimidasi terhadap agen warung elektronik (E-Warung) di Kecamatan Sluke saat jelang pemungutan suara.

Bantahan itu Hafidz sampaikan pada Kamis (28/1/2021) siang, seusai memberikan klarifikasi ihwal adanya laporan yang menyebut dirinya mengintimidasi agen E-Warung yang diterima oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rembang.

Dirinya mengaku, sama sekali tidak pernah mengintimidasi dengan menekan-nekan para agen E-Warung untuk memilihnya pada saat pemungutan suara di Pilkada Desember lalu.

“Ya ndak, untuk apa saya intimidasi, gitu-gitu itu bukan tipe saya. Kalau saya mau nyari-nyari kesalahan, ya banyak. Tapi buat apa, kita ‘gentle’ saja. Jangan saling menyalahkan, jangan saling ‘sliding’, kan komitmen kita dari awal,” terangnya.

Hafidz menambahkan, dalam berdemokrasi masyarakat bebas memilih, sebagaimana asas pemilu yang berlaku.

“Ndak ada urusan antara E-Warung dengan bupati. Mereka yang bentuk BNI, Pemda hanya memonitor perjalanan di lapangan. Itupun sudah kita delegasikan sama Pak Sekda dan dinas sosial,” imbuhnya.

Hafidz menekankan, apabila dirinya mau, pihaknya memiliki banyak bukti untuk melaporkan pihak tertentu terkait Pilkada Desember lalu. Bahkan, sejumlah foto dari telepon-pintarnya, ia tunjukkan kepada para wartawan.

Meskipun demikian, Hafidz mengaku tidak akan melaporkan pihak terkait, karena ia menilai semuanya adalah warga Rembang.

“Saya yang dituduh intimidasi E-Warung, kemudian dituding menggerakkan pegawai negeri. Tapi dari foto-foto itu, silahkan dinilai sendiri.
Semua warga Rembang, demi Rembang. Ya sudahlah nanti lima tahun lagi kan ada forumnya lagi kan,” imbuhnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto mengatakan, pada Jumat (22/1/2021), ada laporan yang pihaknya terima dan menyebutkan dugaan adanya penyalahgunaan wewenang terkait E-Warung yang menguntungkan salah satu pasangan calon.

Maka dari itu, pihaknya meminta keterangan dari Bupati Hafidz selaku terlapor terkait posisi bupati dengan E-Warung.

Hingga Jumat (29/01/2021), pihak Bawaslu Rembang masih membahas hasil berbagai keterang dengan Tim Penegakan Hukum Terpadu atau Gakkumdu.

“Terlapor Pak Bupati. Tadi kita tanya apakah Pak Hafidz mengundang E-Warung, sejauh mana kewenangan bupati terhadap E-Warung. Nantinya akan disimpulkan apakah memenuhi pelanggaran atau bukan, untuk ditingkatkan ke penyidikan di kepolisian,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan