Bocah Berkebutuhan Khusus Tenggelam di Mbelik Muragan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 17:16 WIB

Dokter Samsul Anwar ketika sedang memeriksa jasad korban tenggelam, di rumah duka di Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur, pada Ahad (17/10/2021) siang. (Foto: mataairradio.com)


PANCUR, mataairradio.com –
Seorang bocah laki-laki bernama Muhammad Zibran Al Muzaqi (8) yang berkebutuhan khusus tenggelam di Sungai Mbelik di Dukuh Muragan, Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, pada Ahad (17/10/2021) siang.

Irvan Nawawi salah satu tetangga korban menjelaskan, sebelumnya Zibran sempat kehilangan pengawasan dari orang tuanya sejak pagi. Atas kondisi itu, keluarga pun panik dan berusaha mencari.

Pencarian berakhir sampai siang hari, setelah salah satu tetangga menemukan Zibran dalam keadaan sudah tidak bernyawa, dengan posisi  telentang mengapung di sebuah sungai yang jaraknya sekitar 100 meter dari rumahnya.

“Kronologinya itu korban sempat dikabarkan hilang sejak pagi hari. Dicari hingga pukul dua siang diketemukan di sungai dekat dengan rumah korban. Korban ditemukan oleh tetangga korban. Korban memang menderita kelainan mental,” terangnya.

Irvan mengungkapkan, anak kelima dari pasangan Rifai dan Sulasah ini tenggelam di sungai yang memiliki kedalaman sekitar 1,3  meter.

Setelah ditemukan, mayat korban langsung dibawa menuju ke rumah duka di RT 004 RW 002 Dukuh Muragan, Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter Puskesmas setempat guna visum.

“Belum sempat dibawa ke Puskesmas, tapi tadi ada dokter melakukan pemeriksaan korban di rumah duka. Oleh dokter Samsul Anwar dari Puskesmas Pancur,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dari hasil penuturan dokter korban diduga tenggelam selama satu jam lebih. Saat dilakukan pengecekan, jasad korban sempat mengeluarkan air.

“Keterangan oleh Dokter Samsul Anwar Puskesmas Pancur, hasil autopsi murni tenggelam. Lebih dari satu jam. Jenazah korban saat dilakukan pengecekan dokter, keluar air banyak dari dalam tubuh korban,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Kapolsek Pancur AKP Martoyo saat dikonfirmasi mataairradio.com membenarkan adanya insiden nahas itu.

Atas peristiwan itu, Martoyo mengungkapkan, pihaknya bersama dengan tim medis sudah melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban.

Dari hasil pemeriksaan itu beserta olah tempat kejadian perkara, Zibran dinyatakan meninggal murni karena tenggelam.

”Kami jelaskan kepada keluarga korban kalau kejadian ini murni karena tenggelam. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan,” ungkapnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan