Awas, Pembobol Sekolah Berkeliaran di Musim Libur

Rabu, 23 Desember 2015 | 19:09 WIB
Para siswa di SD Negeri Kedungrejo Kecamatan Rembang bermain seperti biasa di jam istirahat, Kamis (12/11/2015) pagi, seolah tidak terjadi apa-apa terhadap sekolah. Padahal sekolah ini kebobolan perangkat elektronik pada sehari sebelumnya. (Foto: Pujianto)

Para siswa di SD Negeri Kedungrejo Kecamatan Rembang bermain seperti biasa di jam istirahat, Kamis (12/11/2015) pagi, seolah tidak terjadi apa-apa terhadap sekolah. Padahal sekolah ini kebobolan perangkat elektronik pada sehari sebelumnya. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak sekolah di Kabupaten Rembang diminta mewaspadai gerak penjahat yang berpotensi berkeliaran saat musim libur seperti sekarang ini.

Di Rembang, aksi pembobolan sekolah di musim libur, beberapa kali terjadi.

Kapolres Rembang Ajun Komisaris Besar Winarto meminta kepada penjaga sekolah agar rutin mengecek dan melakukan patroli di lingkungannya.

“Tak hanya yang di perkotaan, penjaga sekolah di perdesaan pun kami imbau selalu waspada,” terangnya.

Ia juga akan meminta kepada jajarannya di tingkat polsek agar meningkatkan patroli di jam-jam rawan.

Kapolres berharap pula bantuan dari warga di sekitar sekolah, agar cepat menghubungi polisi, apabila terjadi gangguan keamanan.

“Segera hubungi polisi kalau terjadi apa-apa. Kami akan segera hadir,” tandasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Rembang Noor Effendi mengaku sudah sering menyampaikan kepada sekolah agar mengantisipasi tindak kriminal yang berpotensi saat musim libur.

“Selain penjaga, warga di sekitar juga sudah dimintai bantuan agar ikut memantau situasi keamanan sekolah,” ujarnya.

Menurut Plt Kepala Disdik, secara ketersediaan penjaga malam, hampir semua sekolah di Rembang, sudah memiliki. Namun statusnya tidak semua pegawai negeri, tetapi masih banyak yang tenaga honorer.

“Soal kinerja mereka dalam menjaga sekolah, nggak ada masalah (perbedaan),” tegasnya.

Noor Effendi mengakui, hampir seluruh sekolah di kabupaten ini, memiliki perangkat elektronik berharga yang perlu dijaga dari ancaman penjahat.

“Masalah situasi dan keamanan, sudah selalu diantisipasi,” katanya meyakinkan.

Menurut catatan reporter mataairradio, sejak 2010-2015, sudah belasan sekolah yang dibobol oleh kawanan pencuri, dan sebagian kasusnya terjadi di saat musim liburan.

Sasarannya rata-rata perangkat elektronik di sekolah, mulai dari jeroan komputer, monitor, proyektor, hingga kamera tangan.

Polisi memang berhasil membekuk kawanan sindikat pembobolan sekolah, tapi belum terhadap semua kasus yang terjadi sepanjang kurun waktu tersebut.

Terakhir kali, kasus pembobolan sekolah terjadi di SD Negeri Kedungrejo Kecamatan Rembang pada 11 November lalu.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan