Alun-alun Rembang Makin Kusam, Fasilitas Remuk dan Hilang

Senin, 15 November 2021 | 17:19 WIB

Sejumlah tong sampah di Alun-alun Rembang nampak tak terawat bahkan sebagian hilang, Senin (15/11/2021) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kondisi Alun-alun Rembang sebagai ikon dan pusat kota kian kusam dan memprihatinkan. Pasalnya sejumlah fasilitas pendukung di sana kondisinya ada yang rusak dan hilang.

Dari pantauan mataairradio.com pada Senin (15/11/2021) pagi, setidaknya 10 tong sampah hilang, empat unit lampu hias tidak ada di tempatnya, dan lantai di sejumlah titik kondisinya retak.

Kemudian banyak rumput dan tanaman sudah gondrong, terkesan tidak terawat. Besi pegangan tangan di beberapa sisi alun-alun juga hilang.

Bahkan sejumlah titik jogging trac-nya banyak yang sudah mengelupas, sehingga kabel yang tertanam di bawahnya terlihat.

Suparno, salah seorang pegiat sosial Rembang menilai, kondisi Alun-alun Rembang dengan fasilitas pendukungnya yang rusak, sangat memprihatinkan.

Ia menyarankan, supaya bupati atau pun wakil bupati segera membuat keputusan terkait pengelolaan Alun-alun Rembang dipegang oleh satu instansi.

Sebab selama ini, tanggungjawab penanganan Alun-alun, ada anggapan dipegang oleh lebih dari satu instansi.

Alun-alun yang berfungsi sebagai pusat kota dan persinggahan bagi tamu luar daerah dirasa kurang sreg, apabila kondisi fasilitasnya banyak yang rusak dan tak terawat. Maka dari itu, ia berharap pemerintah segera turun tangan.

“Harapan saya, bupati atau wakil bupati menerbitkan keputusan, alun-alun biar dipegang satu OPD saja, DPKP misalnya. Sehingga kalau alun-alun rusak, yang tanggung jawab jelas, DPKP misalnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Rembang, Agus Salim kepada wartawan mengatakan belum bisa banyak komentar ihwal kondisi alun-alun. Pasalnya, dirinya baru menempati jabatan Kepala DPKP pada awal November ini.

“Saya belum tahu pasti gambaran alun-alun, siapa kasinya. Kalau keinginan saya, alun-alun harus rapi dan rajin. Memang saya sering melihat, rusak sedikit kok tidak segera dibenahi. Kalau langsung dibenahi kan lebih bagus,” terangnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Rembang, Puji Santoso mengatakan, seharusnya Pemkab Rembang melalui dinas terkait bisa lebih memperhatikan tupoksinya masing-masing untuk menjaga aset berupa infrastruktur yang ada, bukan dibiarkan tanpa terawat.

“Kalau melihat kondisi tersebut, sepertinya dinas terkait kok tidak melakukan cek di lapangan, padahal lokasinya sangat dekat dengan kantor,” ujar Puji.

Ia menambahkan, Pemkab perlu melakukan indentifikasi semua infrastruktur yang tidak layak atau sudah tidak berfungsi, untuk selanjutnya bisa direncanakan dan dianggarkan guna perbaikan.

“Hal ini perlu dilakukan agar sarana dan prasarana untuk kepentingan umum bisa berfungsi sesuai peruntukannya,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan