Akhirnya, Pemkab Kucurkan Rp6 Miliar untuk Pelebaran Ruas Sulang-Banyuurip

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Pengerjaan Proyek Pelebaran Jalur Sulang-Banyuurip, yang menelan dana dari Bankeu Provinsi sebesar Rp6.095 Miliar. (Foto: mataairradio.com)

SULANG, mataairradio.com – Proyek Pelebaran Jalur Sulang-Banyuurip digelontori dana senilai Rp6.095 miliar. Dana tersebut berasal dari bantuan keuangan provinsi.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang Nugroho Tri Hutomo menjelaskan, proyek itu sudah teken kontrak sejak 9 September 2021 lalu.

Pemenang lelang proyek itu adalah CV.Cipta Usaha dari Banjarnegara. Dan sudah mulai mengerjakan proyek seminggu setelah resmi kontrak.

Di dalam kesepakatan kontrak, pihak Cipta Usaha diberi batas waktu 105 hari untuk menyelesaikan pekerjaan, atau sampai 29 Desember 2021 mendatang.

Dana untuk pembiayaan proyek berasal dari bantuan keuangan provinsi yang total nilainya sebanyak Rp6.095.291.089,81.

Sedangkan Jalur Sulang-Banyuurip sendiri memiliki panjang 4,8 kilometer.

“Nama paketnya pelebaran ruas Sulang-Banyuurip, panjangnya sekitar 4,8 kilometer. Sumber dananya dari bantuan keuangan provinsi tahun 2021.

Kontraknya tanggal 9 September 2021, surat perintah pekerjaan tanggal 16 atau seminggu setelah kontrak,” bebernya kepada mataairradio.com.

Nugroho yang juga sebagai PPKom proyek pelebaran jalur Sulang-Banyuurip menerangkan, target utama proyek ini adalah pelebaran jalan.

Jalur yang semula lebarnya hanya 3,5 meter, dilebarkan dua meter, sehingga nanti lebar jalan itu menjadi 5,5 meter.

“Target pekerjaan utama kami pelebaran. Eksistingnya jalan 3,5 meter, kita lakukan penggalian satu setengah meter kanan-kiri. Tapi nanti yang kita lakukan perkerasannya lentur, hotmik satu meter satu meter.

Jadi nanti jalan tersebut dari 3,5 menjadi lebar 5,5 meter, yang setengah meter itu bahu jalannya,” tuturnya, Senin (18/10/2021) pagi.

Ia menambahkan, proyek pelebaran ini hanya bisa menangani separuh dari panjang jalan.

Yakni sekitar 2,25 kilometer, dengan penempatan atau STA (Stasioning) awal lokasi pekerjaan di perempatan Sulang menuju ke arah Pomahan.

Secara perincian, 2,25 kilometer itu, sepanjang dua kilo meter dari perempatan Sulang dilakukan perkerasan lentur atau aspal.

Kemudian ada jeda 200 meter, baru sepanjang 250 meter berikutnya dilakukan perkerasan kaku atau beton.

“Penanganan tahun ini baru sekitar separuhnya sekitar 2,25 km. Yang dua kilometer perkerasan lentur, 250 meter yang beton kaku. STA awal dari perempatan Sulang ke arah Pomahan sekitar dua km.

Ada jeda sekitar 200 meter tidak ada penanganan, kemudian 250 meter untuk jalan yang turunan itu, itu nati kita beton. Total 2,25 km,” paparnya.

Di samping itu, Nugroho menambahkan, dalam pelaksanaan proyek ini juga ada pembangunan drainase di sejumlah ruas jalan.

Panjangnya 439 meter dari titik awal lokasi pekerjaan, dengan menggunakan beton jenis U-Ditch ukuran 60 kali 60 sentimeter.

Selain itu, juga ada beberapa titik di sejumlah ruas jalan yang akan dibangun talud atau penahan tanah.

“Dari STA nol itu, selain pelebaran jalan, itu nanti ada pekerjaan saluran drainase, tapi hanya yang di kiri jalan. U-Ditch 60×60, sekitar 439 meter sampai di jembatan, yang dekat lapangan.

Untuk yang lepas dari jembatan ke arah Pomahan, tanpa saluran tetapi nanti ada beberapa spot yang menurut kami perlu talud. Nanti ada beberapa pekerjaan talud di sana. Pemasangan batu dan beton,” imbuhnya.

Sementara itu, hingga saat ini pengerjaan proyek pelebaran jalur Sulang-Banyuurip sudah masuk pada pekan keempat atau sekitar satu bulan.

Per hari ini, progres pengerjaan proyek itu sudah mencapai 4,37 persen, atau ada deviasi positif sebesar 3,7 persen.

 

Penuli: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan