81 Traktor Dibagikan, Distanhut Diminta Kencangkan Pengawasan

Selasa, 22 September 2015 | 18:10 WIB

 

Penyerahan traktor bantuan dari Pemkab Rembang. (Foto: Bagian Humas Setda Rembang)

Penyerahan traktor bantuan dari Pemkab Rembang. (Foto: Bagian Humas Setda Rembang)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang membagikan 81 unit traktor tangan dan 8 unit mesin panen padi kepada kelompok tani dari 14 kecamatan di daerah ini pada Selasa (22/9/2015) pagi. Bantuan diserahkan oleh Plt Sekda Rembang di halaman Kantor Distanhut Rembang.

Menurut Plt Sekda Rembang Hari Susanto, bantuan traktor tangan dan mesin panen padi dari Pemkab hanya bisa diterima oleh kelompok tani yang sudah berbadan hukum. Dia memastikan tidak ada KKN termasuk pungutan liar di balik pemberian bantuan tersebut. Pesannya jangan dimonopoli apalagi dijual.

“Silakan diterima bantuannya karena syarat badan hukum kelompok tani sudah dipenuhi. Tidak perlu ada bayar. Setelah ini tinggal disusun perencanaannya dan pengelolaannya. Jangan dikelola ketua saja. Apalagi sampai dijual,” ujarnya.

Kepala Bappeda Rembang itu juga meminta kepada pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan agar mengencangkan pengawasan melalui monitor rutin ke tiap kelompok. Cara semacam itu penting agar jangan sampai hanya gara-gara traktor bantuan, kelompok tani berurusan dengan hukum.

Hari mengaku sudah diingatkan oleh pihak kejaksaan agar tidak membiarkan penyimpangan bantuan kepada kelompok tani terjadi. Peringatan itu setelah kejaksaan menemukan indikasi pengelolaan bantuan yang dilakukan hanya oleh ketua, tidak sampai ke anggota.

“Yang penting tadi, bantuan traktor digunakan agar pengelolaan lahan menjadi lebih efektif dan efisien,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Maret lalu, Pemerintah Pusat membagikan 32 traktor tangan dan 12 pompa air bagi sejumlah kelompok tani di Rembang. Tapi bantuan ini tidak diikuti syarat kelompok tani berbadan hukum karena aturan itu hanya berlaku untuk hibah atau bansos dari APBD provinsi dan kabupaten.

Kepala Distanhut Rembang Suratmin mengatakan, dengan traktor tangan pengolahan lahan pertanian bisa lebih efisien. 1 traktor tangan mampu mengolah lahan 25 hektar tiap musim. Untuk mengolah 29.856 hektare sawah dan 34.256 hektare tegalan perlu 2.564 unit traktor tangan. Kini tersedia 1.085 unit.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan