Arus Lalu Lintas Pantura Saat Natal Rentan Terganggu

Rabu, 16 Desember 2015 | 18:26 WIB

 

Arus lalu lintas di Jalur Pantura, Tireman-Rembang, ketika tersendat pada Selasa (15/12/2015) kemarin. (Foto: Pujianto)

Arus lalu lintas di Jalur Pantura, Tireman-Rembang, ketika tersendat pada Selasa (15/12/2015) kemarin. (Foto: Pujianto)

REMBANG, mataairradio.com – Arus lalu lintas di Jalur Pantura Rembang pada saat perayaan Natal rentan terganggu karena proyek pembetonan di Ruas Jalan Soedirman hingga Tireman diprediksi belum selesai pada 25 Desember mendatang.

Kabag Ops Polres Rembang Komisaris Johan Setiajid mengaku akan menyiapkan jalur alternatif bagi mobil pribadi guna mengantisipasi kerentanan tersebut.

“Selain itu, koordinasi dengan pelaksana proyek akan kami kencangkan seperti halnya ketika terjadi macet, Rabu (15/12/2015) kemarin,” terangnya.

Menurutnya, jika sampai saat perayaan Natal masih ada bagian yang belum dibeton dan bagian itu terdapat lubang, maka akan diuruk agar para pengguna jalur tidak terperosok.

“Kesiapan kondisi jalan menjadi salah satu prioritas penanganan menjelang Natal dan Tahun Baru,” tandasnya kepada reporter mataairradio.

Selain memastikan kesiapan kondisi jalan, terutama di Jalur Pantura, pengamanan di sejumlah objek vital seperti tempat ibadah dan lokasi wisata, menurut Johan, menjadi fokus polisi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Kami menyiapkan 2/3 personel polisi untuk pengamanan,” tegasnya.

Kabag Ops mengatakan, gereja yang akan menjadi sasaran pengamanan tersebar di 10 kecamatan.

Rincian gerejanya baru akan dikemukakan pada rapat koordinasi di tingkat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Kamis siang 17 Desember ini.

Sementara lokasi pariwisata yang akan mendapat pengamanan antara lain objek wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini dan Pantai Karangjahe. Selain itu juga Wana Wisata Mantingan.

“Persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru, sudah hampir 100 persen,” tambahnya.

Pada kesempatan terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Rembang-Batas Jatim Suratno mengatakan, pembetonan Jalan Pantura pada Ruas Soedirman hingga Tireman, masih menyisakan volume 2.000 kubik.

“Jika kondisi normal, maka tiap hari, volume pekerjaan yang bisa diselesaikan 230 kubik,” ujarnya.

Kondisi normal yang dimaksudnya itu misalnya tidak ada kemacetan parah akibat sebab lain di luar pembetonan.

“Kalau ada sebab lain misalnya truk mogok di jalur yang diberlakukan buka-tutup, maka pembetonan mesti berhenti sementara untuk memberikan kesempatan bagi polisi mengurai kemacetan,” pungkasnya seraya menargetkan, pekerjaan selesai akhir bulan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan