2016, Produksi Garam Rakyat Rembang Merosot Tajam

Selasa, 11 Oktober 2016 | 22:00 WIB
tambak garam rembang

Kondisi tambak garam di wilayah Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang yang tergenang oleh guyuran curah hujan, akhir-akhir ini. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tingkat produksi garam rakyat di Kabupaten Rembang merosot tajam pada tahun ini akibat dari kemarau basah yang membuat mejanan tanah bikinan petani sulit keras, sehingga tidak bisa dipakai untuk menghampar kristal garam.

Sodiq, salah seorang petani garam di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang mengaku sempat memproduksi garam di pertengahan September kemarin. Tetapi sekitar tiga ton garam garukannya terhanyut air hujan karena sebelum dionggok di pojok tambak; belum sampai masuk gudang.

“Saya baru sempat jual sekitar satu ton. Dihargai Rp350 per kilogram. Sebenarnya sempat garuk lagi sekitar tiga ton. Tetapi belum sampai saya pindah ke gudang, sudah keburu diguyur hujan deras sehingga amblas; tidak tersisa,” tuturnya.

Dadiono, petani garam lainnya di Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem mengakui, produksi garam rakyat merosot tajam. Dirinya saja yang di tahun 2015 sempat bisa panen 280 ton garam, tahun ini hanya panen 12 ton.

“Pengaruhnya memang cuaca. Kemarau basah. Memang dari hasil panen sudah sempat menjual garam dengan harga Rp490 per kilogram. Tapi hanya lima ton. Turunnya tajam,” katanya.

Namun meskipun tidak banyak panen, Dadiono mengaku masih punya simpanan sekitar 110 ton garam. Stok itu merupakan garam hasil panen dari tahun lalu. Harapannya kini, adalah agar harga garam melejit seiring minimnya pasokan.

“Kalau sudah musim hujan, kita yang petambak garam ya bersiap budidaya bandeng. Tapi hal itu tidak bisa serta merta karena tingkat keasinan lahan bisa jadi masih tinggi sehingga kurang cocok untuk bandeng. Mesti menunggu,” ujarnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan