101 Desa Masih Belum Bebas dari BAB Sembarangan

Kamis, 15 Desember 2016 | 23:53 WIB
Deklarasi Desa/Kelurahan dan Kecamatan Bebas BABS di Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang, Kamis (15/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Deklarasi Desa/Kelurahan dan Kecamatan Bebas BABS di Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang, Kamis (15/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – 101 desa di Kabupaten Rembang tercatat belum bebas dari buang air besar (BAB) secara sembarangan hingga Desember 2016.

Kamis (15/12/2016), pihak Pemerintah Kabupaten Rembang kembali menyatakan 102 desa bebas dari buang air besar sembarangan di Desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang.

102 itu terdiri atas Kecamatan Rembang 17 desa, Lasem 13 desa, Kaliori 10 desa, Kragan, Pamotan, Pancur, dan Sulang masing-masing delapan desa.

Lalu Kecamatan Bulu, Sale, Sarang, dan Sumber masing-masing empat desa, Sluke tiga desa, serta Gunem dua desa. Kecamatan Rembang dan Pamotan, kini bebas total dari BABS.

“Target kami, 2017 nanti, Kabupaten Rembang (287 desa dan tujuh kelurahan) bebas dari BABS. Kami yakin, target ini tercapai,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii.

Ia menyebutkan, dari tahun ke tahun, upaya membebaskan desa dari BABS, terbilang progresif. 2010 satu desa, 2011 dua desa, 2013 10 desa, 2014 25 desa, 2015 50 desa, dan 2016 102 desa.

“Untuk mencapai target, dinas-dinas terkait harus saling bekerjasama agar Rembang mampu menjadi Kabupaten yang terbebas dari BABS. Kami optimistis target tercapai,” tandasnya.

Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Subur Hadi Marhaento mengatakan baru satu kabupaten di Jateng yang bebas dari BABS.

“Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang telah diverifikasi, baru ada satu Kabupaten yang bebas dari BABS, yaitu Grobogan,” terangnya di kesempatan yang sama.

Ia menargetkan, lima kabupaten di Jateng akan menyusul terbebas dari BABS pada 2017, termasuk Kabupaten Rembang, sehingga kini pihak Pemprov Jateng, terus mendorong.

“Rembang, Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo, dan Semarang, kita targetkan bebas dari BABS pada 2017. Jika bebas dari BABS, 72,4 persen penyakit dan kesehatan lingkungan akan teratasi,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan